POTENSI PRODUKSI SERESAH PADA POLA TANAM SISTEM MONOKULTUR KOPI, MONOKULTUR KARET DAN AGROFORESTRI DI HUTAN LINDUNG BUKIT DAUN BENGKULU TENGAH

Tarigan, Imanta and Aprianto, Enggar and Hidayat, M. Fajrin (2017) POTENSI PRODUKSI SERESAH PADA POLA TANAM SISTEM MONOKULTUR KOPI, MONOKULTUR KARET DAN AGROFORESTRI DI HUTAN LINDUNG BUKIT DAUN BENGKULU TENGAH. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI IMANTA TARIGAN-E1B012061 KEHUTANAN.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Hutan sebagai paru-paru dunia mempunyai peranan yang sangat penting dalam tatanan kehidupan alam beserta makhluk yang ada di dalamnya. Hutan bermanfaat dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna, peran penyeimbang lingkungan, dan menghambat timbulnya pemanasan global. Penurunan produktivitas hutan tropis secara langsung terlihat pada penurunan kandungan nutrisi pada tanah hutan, hal ini disebabkan di wilayah tropika nutrisi banyak disimpan pada biomassa (vegetasi) di atas tanah sebagai bentuk dari sistem siklus hara tertutup, sehingga pada saat dilakukan pengambilan biomassa berimplikasi pada terambilnya sebagian besar nutrisi hutan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan permasalahan bagi tanaman atau pohon yang tidak sehat sehingga produksinya rendah. Bahan organik merupakan bahan didalam atau permukaan tanah yang berasal dari sisa tumbuhan, hewan, atau manusia baik yang telah mengalami dekomposisi lanjut maupun yang sedang mengalami dekomposisi, kesemuanya ini sangat penting untuk sumber nutrisi dalam proses dekomposisi nantinya. Pertumbuhan tanaman itu sangat bergantung terhadap unsur hara yang berada di dalam tanah. Unsur hara yang digunakan pohon pada akhirnya akan dikembalikan melalui jatuhnya seresah dari tegakan. Seresah adalah istilah diberikan untuk sampah-sampah organik yang berupa tumpukan dedaunan kering, rerantingan, dan berbagai sisa vegetasi lainnya di atas lantai hutan atau kebun yang sudah mengering dan berubah dari warna aslinya. Seresah kebanyakan memiliki senyawa berbasis karbon. Seresah yang jatuh dari tegakan merupakan bagian utama dalam proses daur hara, dan merupakan transfer energi kembali dari hara yang digunakan untuk pertumbuhan tegakan itu sendiri. Seresah merupakan produk pertama yang dihasilkan dari tegakan pada lantai hutan (Hardiwinoto et al, 1999). Melihat pentingnya keberadaan seresah dan masih sedikitnya informasi tentang produksi seresah pada beberapa pola penggunaan lahan secara efektif, maka penulis tertarik untuk meneliti tentang Potensi Produksi Seresah Pada Pola Tanam sistem Monokultur Kopi, Karet dan Agroforestri di Hutan Lindung Bukit Daun Bengkulu Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September–Desember 2015 di Hutan Lindung Bukit Daun Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Lokasi penelitian berada pada tiga lokasi yang berbeda, lokasi pertama terletak pada pertanaman monokultur kopi, lokasi kedua berada pada pertanaman monokultur karet dan lokasi ketiga terletak pada pertanaman berbasis agroforestri yaitu perpaduan antara tanaman kopi dengan kayu res/glerecide. Sistem peletakan trap pengamatan pertama dilakukan secara random, trap berikutnya diletakkan secara sistematik dengan jarak 6 meter, dilakukan dengan cara yang sama untuk ketiga lokasi penelitian. Metode yang digunakan untuk menghitung produksi seresah adalah litter trap tecnique, dimana artinya trap berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 1 x 1 meter yang dipasang masing-masing sebanyak 15 buah pada setiap lahan penelitian dari ketiga lokasi penelitian tersebut. Trap yang terbuat dari paranet di pasang tepat dibawah tegakan masing-masing lokasi, sehingga daun, ranting, bunga, dan buah akan tertampung dengan ketinggian 20-30 cm, tujuan pemasangan tiang tersebut untuk memudahkan pengambilan seresah pada trap. Pemasangan trap dilakukan dengan mengikat ujung-ujung trap dengan tali rafia pada ke-4 tiang penyangga. Analisis yang digunakan adalah uji-t (ttest) dengan lima belas trap (penampung seresah) setiap lokasi penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan selama 4 bulan tentang produksi seresah pada tiga pola penggunaan lahan, menunjukkan hasil analisis potensi produksi seresah pasangan pertanaman monokultur kopi dan agroforestri nilai t-hitung sebesar 0,32 dengan t-tabel 2,14; nilai ini menunjukkan bahwa potensi produksi seresah monokultur kopi dengan agroforestri tidak berbeda nyata pada uji-t taraf 5 %. Potensi produksi seresah pertanaman monokultur kopi dan monokultur karet nilai t-hitung 3,61 dengan t-tabel 2,14; nilai ini menunjukkan bahwa potensi produksi seresah pada pertanaman monokultur kopi dan monokultur karet berbeda nyata pada uji-t taraf 5 %. Potensi produksi monokultur karet dan agroforestri nilai t-hitung 2,94 dengan t-tabel 2,14; nilai ini menunjukkan bahwa potensi produksi seresah monokultur karet dan agroforestri berbeda nyata pada uj-t taraf 5 %. Komposisi seresah pada pertanaman monokultur kopi terdiri dari daun kopi, ranting kopi, buah kopi dan bunga kopi. Komposisi seresah pada pertanaman monokultur karet terdiri dari daun karet, ranting karet, buah karet dan bunga karet. Komposisi seresah pertanaman agroforestry terdiri dari daun kopi, daun karet, ranting kopi, ranting karet, bunga kopi, bunga karet dan buah kopi.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 24 Nov 2017 02:56
Last Modified: 24 Nov 2017 02:56
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14974

Actions (login required)

View Item View Item