PERTUMBUHAN SENGON LAUT (Falcataria mollucana) PASCA SERANGAN DEFOLIATOR (sp. Eurema blanda) DI DESA TEBAT MONOK KECAMATAN KEPAHIANG KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU

Lumban Gaol, Mardiana and Aprianto, Enggar and Depari, Efratenta Katherina (2017) PERTUMBUHAN SENGON LAUT (Falcataria mollucana) PASCA SERANGAN DEFOLIATOR (sp. Eurema blanda) DI DESA TEBAT MONOK KECAMATAN KEPAHIANG KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Skripsi_mardiana_Lumban_Gaol.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)

Abstract

Sengon merupakan jenis pohon andalan di Kabupaten Kepahiang.Tanaman ini merupakan salah satu spesies pohon cepat tumbuh dan dapat digunakan untuk kayu pertukangan, dan lain-lain. Sengon dapat berkembang secara alami di hutan-hutan sekunder terutama daerah Kepahiang. Sengon tidak memerlukan tindakan khusus dalam pembudidayaannya. Tindakan yang umum dilakukan pada penanaman sengon adalah pemupukan dan pembersihan/sanitasi tempat tumbuh. Pemupukan yang baik memerlukan ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Upaya peningkatan produksi sengon dengan cara monokultur pada areal yang cukup luas sehingga kesetimbangan ekosistem di dalamnya akan terganggu. Ketersediaan tempat atau lingkungan yang cukup mendukung dan makanan yang melimpah mengakibatkan hama dan penyakit dengan cepat meningkat pada lahan tanaman sengon secara monokultur merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat pembudidaya sengon sekarang ini. Salah satu hama yang menyerang tegakan sengon E. blanda yaitu defoliator (pemakan daun) yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut sehingga menurunkan hasil produksi akhirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan sengon pasca serangan defoliator E. blanda dan mengetahui hubungan tingkat serangan E. blanda terhadap pertumbuhan sengon. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - Agustus 2015 di Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan delapan ulangan (plot pengamatan). Tingkat intensitas serangan pada pengambilan data awal merupakan perlakuan dari penelitian, yaitu tingkat intensitas sangat berat (IS = 76 - 100%), berat (IS = 51 - 75%), sedang (IS = 26 - 50%), ringan (IS = 6 - 25%) dan sehat (≤5%). Data yang diambil dilapangan diuji dengan analisis sidik ragam, kemudian diuji lanjut dengan uji BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian yang dilakukan selama 6 bulan pada pertumbuhan sengon pasca serangan defoliator E. blanda, menunjukkan hasil analisis sidik ragam adanya pengaruh nyata kerusakan daun pasca serangan defoliator pada tiap perlakuan yaitu tingkat serangan hama terhadap pertumbuhan pohon baik diameter, tinggi, dan volumenya, namun tidak berbeda signifikan setelah diuji lanjut dengan BNT 5%. Besarnya tingkat serangan hama defoliator dapat menyebabkan pertambahan tinggi yang tidak besar/signifikan perbedaan antar tingkat intensitas serangan defoliator. Penurunan pertambahan diameter pohon sengon ±50% lebih rendah antar tingkat intensitas serangan sehat dengan berat dan sangat berat, sehingga perlu dilakukan pengendalian hama E. blanda tersebut. Apabila sudah berada pada tingkat intensitas serangan sedang karena akan menghambat laju pertambahan diameter sengon ±50% selama 6 bulan yang dapat berpengaruh pada pertambahan volume pohon untuk setiap satu kali serangan.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 24 Nov 2017 03:05
Last Modified: 24 Nov 2017 03:05
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14976

Actions (login required)

View Item View Item