STUDI PERUBAHAN MUKA AIR LAUT MELALUI PENGAMATAN TIDE GAUGE DI PERAIRAN PANTAI BAGIAN BARAT SUMATRA PERIODE 2010- 2016

YULINDA, NINDY and Rida, Samandara and Ashar, Muda Lubis (2016) STUDI PERUBAHAN MUKA AIR LAUT MELALUI PENGAMATAN TIDE GAUGE DI PERAIRAN PANTAI BAGIAN BARAT SUMATRA PERIODE 2010- 2016. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI NINDY.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (5MB)

Abstract

Perairan pantai bagian barat Sumatra termasuk kategori perairan terbuka dan sangat rentan terhadap erosi/abrasi, perubahan garis pantai dan kerusakan infastruktur. Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah penyebab dari perubahan muka air laut. Variasi muka air laut dapat diamati dengan menggunakan altimetry dan tide gauge. Pada penelitian sebelumnya, perubahan muka air laut telah diamati menggunakan data altimetry. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan trend dari perubahan muka air laut di perairan pantai bagian barat Sumatra dengan menggunakan data tide gauge yang dimiliki oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Untuk model perubahan muka air laut yang diamati oleh data tide gauge dari 18 statiun yang telah dianalisis, menggunakan model linier, annual dan semiannual. Penelitian ini dilakukan selama periode 6 tahun dari 2010-2016 dan data tide gauge yang digunakan tersebar di perairan pantai bagian barat Sumatra. Awalnya, data tersebut dalam interval satu menit, dan kemudian diubah dalam interval satu hari. Python digunakan untuk membuat three models yang berfungsi untuk mengestimasi kecepatan perubahan muka air laut. Secara umum, hasil menunjukkan bahwa kecepatan perubahan muka air laut di perairan pantai bagian barat Sumatra bervariasi dari LU sampai LS, berkisar antara -4,05 cm/th sampai 2,66 cm/th. Meskipun demikian, estimasi kecepatan perubahan muka air laut dari three models adalah relatif sama. Error dari kecepatan perubahan muka air laut pada penelitian ini mendekati nol, sehingga hasil tersebut dapat menjelaskan data tide gauge dengan baik. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa kecepatan perubahan muka air laut yang diamati oleh tide gauge lebih besar dari pada pengamatan altimetry. Khususnya di Seblat, kecepatan perubahan muka air laut melalui pengamatan tide gauge adalah -3,1 mm/th sedangkan kecepatan perubahan muka air laut melalui pengamatan altimetry hanya 0,1 mm/th. Pengamatan perubahan muka air laut menggunakan tide gauge kemungkinan dipengaruhi oleh post-seismic dari gempa bumi di Bengkulu pada tahun 2007 yang telah diamati oleh GPS, dimana daerah pantai naik 7 mm/th selama 2007-2014. Berdasarkan hasil penelitian ini, jelas bahwa perubahan muka air laut di Bengkulu bagian utara sebagian besar dipengaruhi oleh aktivitas tektonik dan pengaruh lainnya masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih rinci mengenai perubahan muka air laut di perairan pantai bagian barat Sumatra dan untuk mengetahui penyebab perubahan garis pantai di Bengkulu. Keyword: Perubahan muka air laut, tide gauge, satellite altimetry, GPS, error, Python, three models, post-seismic.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: Faculty of Math & Natural Science > Department of Physics Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 20 Feb 2018 05:03
Last Modified: 20 Feb 2018 05:03
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/16002

Actions (login required)

View Item View Item