POLA KOMUNIKASI SISWA TUNARUNGU DENGAN MENGGUNAKAN KOMUNIKASI NON VERBAL DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI LIMAUPIT KABUPATEN LEBONG

RISDIANTI, DEMPI YUNIA and Heri, Supriyanto and Andy, Makhrian (2017) POLA KOMUNIKASI SISWA TUNARUNGU DENGAN MENGGUNAKAN KOMUNIKASI NON VERBAL DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI LIMAUPIT KABUPATEN LEBONG. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Skripsi.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (888kB)

Abstract

Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang mengggunakan pesanpesan non verbal. Istilah non verbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Tunarungu adalah kekurangan atau kehilangan pendengaran yang mengakibatkan hambatan dalam perkembangan sehingga memerlukan bimbingan atau pendidikan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pola komunikasi antara siswa tunarungu dan guru dengan menggunakan komunikasi nonverbal di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB N) Limaupit Kabupaten Lebong. Teori interaksi simbolik digunakan sebagai pisau analisis dalam penelitian ini, teori ini mengambil peran penting dalam pembentukkan makna dalam proses interaksi yang dilakukan siswa tunarungu ringan dan berat melalui konsep diri sebagai penentuan sikap dalam berkomunikasi yang kemudian dilanjutkan dengan language sebagai simbol atau pemaknaan dari bahasa yang digunakan dengan peran mind sebagai proses berpikir dari sebuah pemaknaan yang dibuat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil dari peneltitian ini adalah pola komunikasi nonverbal yang diterapkan bagi siswa tunarungu ringan ialah kinesik dan vokalik, penggunaan kinesik hanya sebagai penunjang kalimat verbal yang kurang jelas jika didengar. Sedangkan pola komunikasi nonverbal yang digunakan siswa tunarungu berat lebih menekankan pada kinesik dan ruang atau jarak. Fungsi dari komunikasi non verbal yang digunakan siswa tunarungu memiliki dua fungsi yang berbeda, yaitu pertama, fungsi komunikasi non verbal siswa tunarungu ringan berpotensi hanya sebagai repetisi. Kedua, fungsi komunikasi non verbal siswa tunarungu berat ialah sebagai subtitusi. Kata Kunci : Pola Komunikasi Nonverbal, Siswa Tunarungu, SLBN Limaupit Kabupaten Lebong.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Communication
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 28 Feb 2018 07:23
Last Modified: 28 Feb 2018 07:23
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/16114

Actions (login required)

View Item View Item