Makna Simbolik Prosesi Pernikahan Adat Bugis Bone (Studi Pada Masyarakat Bugis Bone Di Desa Parit Tiga Kabupaten Seluma Bengkulu)

RAHMAWATI, RAHMAWATI and Lisa, Adhrianti and Rasianna, Br Saragih (2017) Makna Simbolik Prosesi Pernikahan Adat Bugis Bone (Studi Pada Masyarakat Bugis Bone Di Desa Parit Tiga Kabupaten Seluma Bengkulu). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
skripsi.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik dan mendeskripsikan tahapan-tahapan apa saja yang ada pada prosesi pernikahan adat Bugis Bone serta untuk mengetahui adakah tahapan-tahapan yang hilang dari prosesi pernikahan adat Bugis Bone pada Masyarakat Bugis Bone di Desa Parit Tiga Kabupaten Seluma Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data Observasi, Wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Pernikahan adat Bugis Bone melalui 3 tahapan, yaitu tahap lamaran, tahap sebelum akad nikah dan yang terakhir tahap akad nikah. (2) Pada tahap lamaran beberapa prosesi yang dilaksanakan diantaranya ; mammanuk-manu k, Massur o, Mappett u ada’, Mappasiarekkeng dan Mattampa. Sedangkan pada tahap sebelum akad nikah ialah Mappasau, Cemme Passili, Mappebedda, dan Mappacci. Dan pada tahapan terakhir yaitu tahapan akad nikah diantaranya Mappaenre Botting, Mappasilukka atau Mappasikarawa dan yang terakhir yaitu resepsi. (3) Dari hasil penelitian ini juga didapatkan makna simbolik pada setiap tahapannya, diantaranya ; Dalam prosesi mappaci, simbol verbal seperti bahasa, dan simbol non verbal yaitu kinesik, diam, waktu, bunyi, dan juga artifak dan visualisasi yang terkandung dalam prosesi ini. Selanjutnya pada tahap akad nikah atau prosesi mappaenre botting simbol non verbal yang terkandung didalamnya yaitu dari simbol verbal seperti bahasa dan tulisan sedang dalam simbol non verbal yaitu paralanguage, sentuhan, bunyi dan juga artifak serta visualisasi. Adapula dalam prosesi mappasikarawa setelah prosesi akad nikah simbol non verbal yang terkandung didalamnya yaitu kedekatan dan ruang dari segi territory, sentuhan dan juga bau. (4) Adapun tahapan atau prosesi adat perkawinan yang hilang dari prosesi pernikahan masyarakat Bugis Bone di Desa Parit Tiga Kabupaten Seluma Bengkulu ini ada 4 (empat) tahapan, yaitu mattampa (mengundang), mappasau (mandi uap), mappacci dan mappaenre botting. Kata kunci : makna simbolik, pernikahan adat bugis bone

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Communication
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 28 Feb 2018 08:09
Last Modified: 28 Feb 2018 08:09
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/16126

Actions (login required)

View Item View Item