PERBANDINGAN METODE DETEKSI TEPI MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCES SYSTEM (FIS) DAN KIRSCH METHOD (STUDI KASUS : CITRA DAUN)

PRIMAYANA, PENTY and Ernawati, Ernawati and Funny, Farady Coastera (2017) PERBANDINGAN METODE DETEKSI TEPI MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCES SYSTEM (FIS) DAN KIRSCH METHOD (STUDI KASUS : CITRA DAUN). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
[G1A013019]_[PENTY PRIMAYANA]_[LAPORAN SKRIPSI].pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Daun merupakan salah satu bagian tanaman yang memiliki fitur yang khas sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam pengolahan citra digital. Proses pengenalan daun dapat diperoleh berdasarkan deteksi tepi citra. Pada penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Inferences System (FIS) dan Kirsch dimana kedua metode ini akan dibandingkan satu sama lain. Tujuan dari penellitian ini adalah untuk mengetahui metode yang paling baik untuk pendeteksian tepi berdasarkan tingkat akurasi. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah waktu eksekusi (execution time), mean square error (MSE), dan Peak Signal To Noise Ratio (PSNR). Berdasarkan percobaan ini, metode Kirsch lebih baik dalam mendeteksidaun dibandingkan dengan Fuzzy Inferences System (FIS). Rerata nilai MSE basis data leafsnap25056,9375 untuk metode kirsch dan 24349,75 untuk metode FIS. Dan nilai rerata PSNR untuk metode kirsch yaitu 8515,98585 dan untuk metode FIS 454411,27530. Rerata nilai MSE citra daun wilayah Timur Indah sebesar 29503,19375 dan untuk metode FIS rerata yang dihasilkan sebesar 29916,9125. Nilai rerata PSNR wilaayh Timur indah untuk metode kirsch sebesar 3,54158625 dan untuk metode FIS rereata yang dihasilkan sebesar 3,48939625. Rerata nilai MSE pada wilayah Universitasb Bengkulu untuk metode kirsch sebesar 38430,6 dan rerata untuk metode FIS sebesar 38693,025. Untuk PSNR, rerata yang dihasilkan oleh metode kirsch sebesar 2,31215375 dan untuk metode FIS rerata yang dihasilkan sebesar 2,28188. Rerata waktu eksekusi untuk metode kirsch pada citra daun basis data leafsnap sebesar 1,36621 dan untuk metode FIS rerata waktu eksekusinya sebesar 1,32020. Rerata waktu eksekusi untuk metode kirsch pada wilayah Timur Indah sebesar 1,27053 dan rerata waktu eksekusi menggunakan metode FIS sebesar 1,32465. Rerata waktu eksekusi wilayah universitas Bengkulu menggunakan metode kirsch sebesar 1,25315 dan waktu eksekusi menggunakan metode FIS rerata waktu eksekusi sebesar 1,29603. Hasil penelitian ini adalah, metode kirsch lebih baik dalam mendeteksi tepi, berdasarkan MSE dan PSNR, namun lebih lama dalam mendeteksi tepi dan sebaliknya untukFuzzy Inferences System.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Informatics Engineering
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 01 Mar 2018 08:10
Last Modified: 01 Mar 2018 08:10
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/16167

Actions (login required)

View Item View Item