REKONFIGURASI JARINGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI JARINGAN TEGANGAN RENDAH (JTR) UNIVERSITAS BENGKULU

ARDIANSYAH, ARDIANSYAH and Anizar, Indriani and Irnanda, Priyadi (2017) REKONFIGURASI JARINGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI JARINGAN TEGANGAN RENDAH (JTR) UNIVERSITAS BENGKULU. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI ARDIANSYAH (G1D012023).pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Jatuh tegangan pada sistem distribusi dapat terjadi pada jaringan tegangan menengah (JTM), transformator distribusi dan jaringan tegangan rendah (JTR), pengaturan tegangan dan turun tegangan menurut SPLN No.72 tahun 1987 yaitu turun tegangan yang diperbolehkan pada JTM dan JTR adalah 5% dari tegangan kerja untuk sistem radial di atas tanah dan sistem simpul tergantung kepadatan beban. Rekonfigurasi jaringan pada sistem distribusi JTR UNIB dilakukan dengan menggunakan program ETAP Power Station 12.6.0 yaitu meliputi: tahap pertama adalah pergantian kabel JTR jenis LVTC 3×35 mm diganti dengan kabel LVTC 3×70 mm 2 2 sedangkan kabel tanah NYFGBY tetap digunakan. Perancangan kedua adalah perubahan titik saluran yang tidak memenuhi standar maksimum 5 beban/pelanggan yang mengacu pada beberapa standar PLN sehingga dari hasil proses rekonfigurasi tersebut didapatkan nilai jatuh tegangan saat sesudah proses rekonfigurasi total jatuh tegangan sebesar 159,9 volt dari jatuh tegangan sebelum rekonfigurasi 203,7 volt untuk penyulang rektorat dan sebesar 24,2 volt untuk penyulang perpustakaan dari 51,50 volt saat sebelum rekonfigurasi. Sedangkan untuk rugi-rugi daya penurunan rugi-rugi daya pada penyulang perpustakaan saat sebelum rekonfigurasi dari 2100 watt menjadi 1200 watt untuk daya aktif dan 600 VAR menjadi 400 VAR untuk daya reaktif, untuk rugi-rugi daya pada penyulang rektorat dari sebesar 10900 watt daya aktif, daya reaktif sebesar 4900 VAR menjadi 8100 watt untuk daya aktif dan 4300 VAR untuk daya reaktif. Sehingga nilai drop tegangan yang didapat setelah rekonfigurasi jaringan sudah sesuai dengan standar PLN yaitu drop tegangan yang diijinkan tidak melebihi 5%, (SPLN 72, 1987).

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Electrical Engineering
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 20 Mar 2018 01:52
Last Modified: 20 Mar 2018 01:52
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/16414

Actions (login required)

View Item View Item