ANALISA TEORITIS SAYAP DYNAM CESSNA 182 SKY TRAINER

ARDIYATMA, RIO and Agus, Suandi and Nurul, Iman Supardi (2017) ANALISA TEORITIS SAYAP DYNAM CESSNA 182 SKY TRAINER. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Rio Ardiyatma.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Pesawat merupakan suatu alat atau mesin yang dapat terbang dan melayang di udara karena adanya dorongan dari kinerja mesin dan fenomena gaya angkat yang dihasilkan oleh sayap. Teknologi pada pesawat telah berkembang dengan pesat dimana banyak jenis pesawat yang tersedia hingga saat ini, dimana salah satunya pesawat dibuat dengan dimensi kecil yang biasanya disebut dengan pesawat aeromodelling. Gaya angkat pada pesawat terjadi karena perbedaan tekanan yang terjadi pada bagian bawah dan atas pada sayap. Kecepatan (V) dan bukaan sudut serang (α) dari pesawat merupakan komponen yang sanagat berpengaruh dalam terjadinya gaya angkat pada pesawat. Penelitian dilakukan dengan melakukan perhitungan teoritis yang menggunakan data berat dari pesawat dan luas bentang sayap dengan pengaruh kecepatan dan sudut serang. Perthitungan menggunakan teori lifting dengan menghitung resultan gaya yang terjadi pada sayap. Kecepatan yang dihitung 5, 10, 15, 20, 25, hingga 55 m/s dangan sudut serang 0 0 , 3 0 , 5 0 0 , 7 0 , 9 0 , 11 , hingga 19 0 . Dari perhitungan yang telah dilakukan besarnya nilai koefisien akan menurun ketika kecepatan pesawat melaju semakin cepat, tetapi lift yang dihasilkan dengan bertambahnya kecepatan akan semakin meningkat. Dengan Nilai koefisien gaya angkat rata-rata paling besar di kecepatan 5 m/s dengan nilai 2,88. Pada kecepatan 5 m/s ketika sudut serang telah terbuka 3 0 nilai gaya angkat telah memenuhi standar untuk pesawat tersebut dapat melayang, hanya saja ini tidak berlaku jika untuk melakukan lepas landas, karena nilai gaya angkat tidak cukup besar dari beratnya pesawat. untuk dapat melakukan lepas landas kecepatan harus berada pada 15 m/s dengan sudut serang 9 0 -11 0 . Gaya angkat akan mengalami kenaikan dengan bertambahnya kecepatan dimana ketika kecepatan pada 5 m/s dan sudut 9 0 nilai lift sebesar 10,228 dan meningkat dengan bertambahnya kecepatan dan sudut serang tertentu. Kata kunci: aeromodelling, gaya angkat, koefisien gaya angkat, Aerofoil NACA 2412

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 09 Apr 2018 03:27
Last Modified: 09 Apr 2018 03:27
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/16672

Actions (login required)

View Item View Item