PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP PRODUKSI BERAS DI PROVINSI BENGKULU

Robi, Muhammad and Mintargo, Mintargo (2017) PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP PRODUKSI BERAS DI PROVINSI BENGKULU. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

Full text not available from this repository.

Abstract

Indonesia adalah negara agraris, artinya sektor pertanian memegang peran penting dalam tatanan pembangunan nasional. Peran yang diberikan sektor pertanian antara lain; menyediakan pangan bagi seluruh penduduk, menyumbang devisa negara dari sektor non migas, membuka lapangan atau kesempatan kerja, besarnya jumlah penduduk yang masih perlu ditingkatkan. alih fungsi lahan pertanian merupakan masalah krusial. Fenomena alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian merupakan ancaman ketahanan pangan. Alih fungsi lahan pertanian terus terjadi sampai tingkat yang mencemaskan dan mengganggu. Di provinsi Bengkulu sendiri alih fungsi lahan sawah banyak terjadi, tahun 2015 diketahui bahwa dari 91.651 hektar luas baku lahan sawah di Provinsi Bengkulu seluas 85.131 hektar atau 92,89 persen ditanami tanaman padi. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya luas baku lahan sawah mengalami penurunan sebesar 4,78 persen, dari 96,247 hektar menjadi 91.651 hektar. Penurunan tertinggi terjadi di Kebupaten Bengkulu Utara sebesar 19,03 persen, yakni dari 14.521 hektar bbmenjadi 11.757 hektar, diikuti kota Bengkulu sebesar 18,19 persen, dan Kabupaten Bengkulu Tengah sebesar 14,81 persen. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan sawah terhadap produksi beras yang ada diprovinsi Bengkulu, selain itu mengetahui bagaimana produksi beras pada tahun 2025. Data yang digunakan adalah data sekunder, data sekunder yang didapat berasal dari data dari instansi atau lembaga terkait dengan substansi penelitian, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Ketahan Pangan (BKP), Dinas Pertanian (Distan), Perum Bulog Divisi Regional Bengkulu dan dinas terkait lainnya. Berdasarkan hasil estimasi perhitungan secara keseluruhan dari penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa luas lahan sawah terus mengalami penyusutan sampai tahun 2025. Namun menyusutnya luas lahan sawah tidak mempengaruhi jumlah produksi beras, karena produksi beras sampai tahun 2025 terus mengalami peningkatan meskipun peningkatannya tidak signifikan. Namun, walaupun terus meningkat produksi beras dari hasil lahan sawah hanya dapat memenuhi kebutuhan konsumsi beras sampai tahun 2023.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economy > Department of Development Economics
Depositing User: 161 Septi Septi
Date Deposited: 16 May 2018 01:59
Last Modified: 16 May 2018 01:59
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/16709

Actions (login required)

View Item View Item