HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) DAN BREAK EVEN POINT (BEP) USAHA HOME INDUSTRI BAY TAT DI KOTA BENGKULU

Burmadi, Ari Yulingsyah and Agus, Purwoko and Bambang, Sumantri (2018) HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) DAN BREAK EVEN POINT (BEP) USAHA HOME INDUSTRI BAY TAT DI KOTA BENGKULU. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Ari Skripsi Bab 1-5 (Autosaved)pdf.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Usaha kue Bay Tat di Kota Bengkulu umumnya merupakan industri rumah tangga (home industri). Home industri Bay Tat ini termasuk pada kelompok UKM (Usaha Kecil dan Memengah). Sebagaimana umumnya UKM, usaha kue Bay Tat di Kota Bengkulu belum melakukan perhitungan harga pokok produksi dengan baik. Harga pokok produksi hanya berdasarkan ingatan dan perkiraan semata, pelaku usaha juga tidak mengetahui dengan pasti berapa titik inpas produksi yang dihasilkan. Padahal harga pokok produksi harus diketahui dan titik inpas harus diketahui dengan jelas. Harga pokok dan titik BEP sangat penting dalam menentukan harga jual dan perkiraan laba yang ingin dicapai. Oleh sebab itu peneliti terdorong untuk menganalisis harga pokok produksidan titik inpas pada produksi Bay Tat yang dihasilkan oleh home industri Bay Tat Di Kota Bengkulu, dengan tujuan penelitian untuk mendeskripsikan unsur-unsur harga pokok produksi yang dilakukan oleh pelaku usaha home industri kue Bay Tat di Kota Bengkulu dan mengetahui Harga Pokok Produksi (HPP) dan titik Break Even Point (BEP) produksi Bay Tat yang dihasilkan oleh home industri Bay Tat di Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 3 Juni 2017 s/d 28 Juni 2017 di Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan terhadap seluruh home industri Bay Tat Dalam Kota Bengkulu yang berjumlah 10 usaha, sehingga penelitian yang dilakukan adalah meneliti populasi dengan metode penentuan responden adalah sensus. Dalam mengumpulkan data, penulis melaksanakan studi lapangan dengan cara observasi, menyebarkan kuesioner dan wawancara. Selain itu dilakukan juga pengumpulan data dari catatancatan yang ada pada home industri yang diteliti serta mengumpulkan data melalui internet. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa proses produksi Bay Tat yang dilakukan oleh home industri di Kota Bengkulu 3 kali proses dalam seminggu. Bay Tat yang dihasilkan setiap potongnya rata-rata 0,25kg dengan rata-rata 400 potong/proses. Sebagai bahan baku adalah tepung terigu dan bahan penolong adalah gula pasir, telor, santan kelapa, mentega, nanas dan vanili. Pelaku usaha menggunakan gas untuk memasak. Bahan baku yang digunakan rata-rata 67kg/proses. Tenaga kerja yang digunakan rata-rata/pelaku usaha setiap kali melaksanakan proses produksi sebanyak 5 orang dengan upah rata-rata Rp.30.000/hari/proses. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diketahui bahwa harga pokok produksi Bay Tat rata-rata Rp. 8.344/potong. Titik break even point adalah 6 potong. Dengan memproduksi Bay Tat sebanyak 6 potong/proses maka home industri tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. Kata Kunci: Harga Pokok dan Break Even Point.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 25 Feb 2019 04:47
Last Modified: 25 Feb 2019 04:47
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/17470

Actions (login required)

View Item View Item