PERTUMBUHAN DAN HASIL 15 GENOTIPE JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) PADA ULTISOL DI KECAMATAN PADANG JAYA BENGKULU UTARA

Darmanto, Darmanto and Rustikawati, Rustikawati and Eko, Suprijono (2018) PERTUMBUHAN DAN HASIL 15 GENOTIPE JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) PADA ULTISOL DI KECAMATAN PADANG JAYA BENGKULU UTARA. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
skripsi.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (581kB)

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan produksi jagung di Indonesia adalah dengan memperluas areal tanam. Dengan semakin terbatasnya tanah-tanah subur, perluasan areal tanam dilakukan pada lahan marginal salah satunya adalah Ultisol. Namun demikian tanah Ultisol tidak subur karena basa-basanya tercuci sehingga tanah bereaksi masam dan memiliki kejenuhan Al yang tinggi. Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan hasil jagung di tanah Ultisol adalah dengan cara perakitan varietas adaptif Ultisol. Cara ini selain murah bagi petani juga mencegah kerusakan lingkungan. Tahap akhir dalam proses perakitan varietas unggul sebelum suatu varietas di lepas kepasar adalah melakukan pengujian terhadap calon varietas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil 15 genotipe jagung hibrida baru pada tanah Ultisol di Desa Argamulya, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai dengan Maret 2017. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal yaitu genotipe jagung hibrida dengan 3 ulangan. Sebagai perlakuan yaitu 15 genotipe jagung hibrida baru dengan 1 genotipe pembanding. Genotipe jagung yang digunakan terdiri dari : CT 8, CT 9, CT 13, CT 14, CT 17, CT 21, CT 22, CT 23, CT 27, CT 29, CT 37, CT 38, CT 46, CT 47 dan genotipe pembanding CT 30. Jarak tanam yang digunakan yaitu 80 cm x 20 cm. Petakan percobaan berukuran 2 m x 26 m sehingga jumlah tanaman per petak 20 tanaman. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, jumlah biji per tongkol, berat biji per tongkol dan bobot biji per petak. Pengamatan dilakukan terhadap lima tanaman sampel yang diambil secara acak selain tanaman pinggir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 genotipe hibrida jagung yang diuji, genotipe berpengaruh yang nyata terhadap variabel jumlah daun, panjang tongkol tanpa kelobot, jumlah biji per tongkol serta bobot biji per petak. Berdasarkan data pertumbuhan vegetatif, genotipe CT 21, CT 37 dan CT 17 memiliki penampilan paling 9 bagus ditinjau dari variabel pengamatan jumlah daun. Sedangkan, komponen hasil genotipe yang memiliki penampilan bagus adalah CT 22, CT 29, CT 30 dan CT 37 jika dilihat dari peubah panjang tongkol tanpa kelobot, jumlah biji per tongkol serta bobot biji per petak. Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan genotipe CT 22, CT 29, CT 30 dan CT 37 memiliki potensi hasil yang lebih tinggi diantara 15 genotipe yang di uji. (Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Petanian, Universitas Bengkulu, 2017).

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 29 Mar 2019 08:34
Last Modified: 29 Mar 2019 08:34
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/17525

Actions (login required)

View Item View Item