KEANEKARAGAMAN SEMUT PADA AGROFORESTRI KAYU BAWANG DENGAN TANAMAN KAKAO DAN MONOKULTUR KAYU BAWANG DI PROVINSI BENGKULU

Togatorop, Hotman P. and Enggar, Apriyanto and Efratenta, K. Depari (2018) KEANEKARAGAMAN SEMUT PADA AGROFORESTRI KAYU BAWANG DENGAN TANAMAN KAKAO DAN MONOKULTUR KAYU BAWANG DI PROVINSI BENGKULU. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI (HOTMAN PARLINDUNGAN TOGATOROP, E1B013051).pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)

Abstract

Semut merupakan kelompok hewan yang berdasarkan sifat biologi dan ekologinya memegang peranan penting sebagai predator, pengurai, herbivore, dalam suatu ekosistem sering digunakan sebagai indikator kestabilan suatu ekosistem.Perubahan fungsi lahan sebagai aktivitas manusia seperti agrikultur dapat mengancam kepunahan sebagian besar arthropoda.Penggunaan lahan yang terjadi secara terus menerus disekitar hutan dapat meningkatkan ketidakstabilan biodiversitas khususya semut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus semut yang terkoleksi dan keanekaragaman semut pada agroforestri kayu bawang dengan tanaman kakao dan monokultur kayu bawang. Penelitian ini dilakasanakan pada bulan September – November 2017 di Desa Talang Empat Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah dan Desa Gunung Agung Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma. Teknik pengoleksian semut menggunakan 3 metode yaitu honey bait trap, pitfall trap danhand collection.Penelitian ini dilaksanakan selama 6 minggu. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwagenus semut yang terkoleksi pada agroforestri kayu bawang dengan tanaman kakao adalah Dolichoderus, Technomyrmex, Philidris, Anoplolepis, Camponotus, Polyrachis, Pheidole, Solenopsis dan Odontoponera.Semut yang terkoleksi pada monokultur kayu bawang adalah Dolichoderus, Technomyrmex, Anoplolepis, Polyrachis, Camponotus, Pheidole dan Odontoponera. Keanekaragaman pada agroforestri kayu bawang dengan tanaman kakao menggunakan Indeks Shannon-Wiener sebesar 0,135, kemerataan genus (E) sebesar 0,141 dan Indeks Simpson (D) sebesar 0,106.Keanekaragaman semut pada monokultur kayu bawang menggunakan Indeks Shannon-Wiener sebesar 0,536, Kemerataan (E) sebesar 0,666, dan Indeks Simpson (D) sebesar 0,636. Keanekaragaman genus semut pada agroforestri dan monokultur tergolong dalam kategori rendah, sedangkan kemerataan pada monokultur lebih tinggi dibandingkan dengan lahan agroforestri yang artinya penyebaraan genus pada monokultur kayu bawang lebih baik dibandingkan dengan lahan agroforestri kayu bawang dengan tanaman kakao, dan terdapatnya dominansi genus pada lahan agroforestri kayu bawang dengan tanaman kakao.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 02 Apr 2019 02:48
Last Modified: 02 Apr 2019 02:48
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/17584

Actions (login required)

View Item View Item