KECERNAAN BAHAN KERING (BK) DAN BAHAN ORGANIK (BO) KAMBING PERANAKAN ETAWA YANG DIBERI PAKAN FERMENTASI LUMPUR SAWIT DAN AMPAS TAHU DENGAN IMBANGAN YANG BERBEDA

Veronica, Lastiur Nani and Tatik, Suteky and Dwatmadji, Dwatmadji (2018) KECERNAAN BAHAN KERING (BK) DAN BAHAN ORGANIK (BO) KAMBING PERANAKAN ETAWA YANG DIBERI PAKAN FERMENTASI LUMPUR SAWIT DAN AMPAS TAHU DENGAN IMBANGAN YANG BERBEDA. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI LASTIUR NANI VERONICA E1C014064.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Kambing PE merupakan hasil persilangan antara kambing Jamnapari (lebih dikenal dengan kambing Etawah) dengan kambing lokal merupakan tipe kambing fungsi ganda, yakni sebagai penghasil daging dan susu. Kurangnya ketersediaan hijauan saat ini menjadi problem dalam pemeliharan ternak karena lahan untuk hijauan dialihfungsikan menjadi lahan pertanian dan non-pertanian oleh masyarakat. Upaya untuk mengatasi masalah dalam ketersediaan pakan adalah dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan pakan alternatif untuk ternak. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik yang tinggi mencerminkan besarnya sumbangan nutrien tertentu pada ternak untuk memenuhi hidup pokok dan tujuan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan Bahan Kering (BK) dan Bahan Organik (BO) pakan lumpur sawit dan ampas tahu yang difermentasi serta diberikan pada kambing Peranakan Etawa (PE). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kelompok pelakuan dengan masing-masing perlakuan memiliki 4 ulangan yang terdiri dari 4 ekor kambing Peranakan Etawa. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, produksi feses dan konsumsi air minum. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Apabila hasil analisis dari penelitian ini berpengaruh nyata (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan fermentasi lumpur sawit dan ampas tahu tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, produksi feses, kecernaan bahan kering dan bahan organik serta konsumsi air minum. Dalam penelitian ini dengan pemberian ampas tahu 45% dan lumpur sawit 25% yang telah difermentasi memiliki nilai kecernaan bahan kering (75,66%) dan bahan organik (78,56%). Pemberian pakan lumpur sawit dan ampas tahu yang difermentasi dengan imbangan yang berbeda tidak meningkatkan kecernaan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO) kambing Peranakan Etawa (PE). Namun dengan pemberian ampas tahu 45% dan lumpur sawit 25% memiliki nilai kecernaan yang tinggi baik kecernaan bahan kering maupun bahan organik. (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu).

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 04 Apr 2019 04:49
Last Modified: 04 Apr 2019 04:49
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/17692

Actions (login required)

View Item View Item