PERFORMANS PRODUKSI TELUR AYAM ARRAS DAN AYAM ARAB UMUR 20 SAMPAI 40 MINGGU

Arianto, Septiyan and Kususiyah, Kususiyah and Hidayat, Hidayat (2018) PERFORMANS PRODUKSI TELUR AYAM ARRAS DAN AYAM ARAB UMUR 20 SAMPAI 40 MINGGU. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Septiyan Arianto NPM.E1C013076 Skripsi - PDF.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Telur ayam Kampung saat ini banyak diminati oleh masyarakat akan tetapi dengan semakin meningkatnya permintaan telur ayam Kampung yang terjadi, tidak diimbangi dengan produksi telur ayam Kampung untuk mencukupi jumlah permintaan tersebut. Dalam upaya memenuhi permintaan masyarakat terhadap telur ayam Kampung disikapi oleh peternak dengan memelihara ayam Arab, karena dilihat dari ukuran telur ayam Arab hampir menyerupai telur ayam kampung akan tetapi warna kerabang telur ayam Arab masih berwarna putih, warna kerabang tersebut tidak sama dengan telur ayam kampung, sehingga ada konsumen yang kurang menyukainya. Memperhatikan hal tersebut maka muncul pemikiran menyilangkan ayam Ras petelur dengan ayam Arab untuk menghasilkan jenis ayam baru. Hasil persilangan ini diharapkan mempunyai kemampuan produksi telur seperti ayam Ras petelur dan penampilan telurnya menyerupai telur ayam Kampung. Persilangan antara ayam Arab dengan ayam Ras petelur diharapkan ada efek complementer yaitu warna kulit telur cokelat dari ayam Ras petelur dan warna putih dari ayam Arab sehingga keturunannya bisa menghasilkan telur putih kecokelatan sebagaimana warna telur ayam kampung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi performans produksi telur ayam Arras dan ayam Arab umur 20 sampai 40 minggu. Performans produksi telur ayam Arras umur 20 sampai 40 minggu diduga lebih baik dibanding performans produksi ayam Arab Umur 20 sampai 40 minggu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Oktober 2016 di Commercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan 2 perlakuan dan 20 ulangan. Faktor jenis ayam yang digunakan sebagai perlakuan, yaitu P0 : ayam Arras betina dan P1 : ayam Arab betina. Setiap ulangan menggunakan 1 ekor ayam, sehingga masing - masing jenis ayam dibutuhkan 20 ekor ayam yang ditempatkan secara acak pada kandang batteray individu. Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, produksi telur, berat telur, konversi ransum, dan warna kerabang. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t untuk melihat perbedaan performans antara kedua jenis ayam tersebut, kecuali data berat perbutir telur dan warna kerabang, dibahas secara deskriptif. Hasil uji t menunjukkan bahwa ayam Arras berbeda nyata dengan ayam Arab pada konsumsi ransum kecuali (umur 20-21) sampai (20-31) minggu, produksi telur kecuali pada minggu ke 26 sampai 30,34 dan minggu ke 40. Secara kumulatif (umur 20-40 minggu) konsumsi ransum ayam Arras sebesar 11402,35 gram dan ayam Arab 10527,25 gram. Produksi telur ayam Arras 5,18 butir/minggu (74,00%), ayam Arab 3,87 butir/minggu (55,31%), berat telur kumulatif ayam Arras (minggu ke 20-40) 4529,35 gram, ayam Arab 2781,45 gram, rataan berat per butir telur ayam Arras 45,66 gram dan ayam Arab 38,44 gram. Konversi ransum kumulatif ayam Arras (minggu ke 20-40) 2,72-3,45 dan ayam Arab 4,14-14,88. Warna kerabang telur ayam Arras 87,10% berwarna cokelat, 10,35% berwarna cokelat keputihan, 3,33% berwarna putih dan ayam Arab 1,50% berwarna cokelat, 3,00% berwarna putih kecokelatan, 68,95% berwarna putih. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa secara kumulatif konsumsi ransum (umur 20-40 minggu) ayam Arras lebih tinggi dibanding ayam Arab, produksi telur dan persentase produksi telur ayam Arras pada (umur 20-40 minggu) lebih tinggi dibanding ayam Arab. Berat telur kumulatif ayam Arras lebih tinggi dibanding ayam Arrab, ukuran telur ayam Arras lebih besar dibanding ayam Arrab. Konversi ransum kumulatif ayam Arras lebih baik dibanding ayam Arab. Warna kerabang telur ayam Arras didominasi warna cokelat sedangkan ayam Arab didominasi warna putih. (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu)

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 04 Apr 2019 08:05
Last Modified: 04 Apr 2019 08:05
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/17711

Actions (login required)

View Item View Item