PENGARUH PENGGUNAAN BUNGKIL INTI SAWIT, MINYAK SAWIT, DAN BUNGKIL INTI SAWIT FERMENTASI PENGGANTI AMPAS TAHU DALAM RANSUM TERHADAP PERTUMBUHAN KAMBING NUBIAN

Suhendro, Suhendro and Hidayat, Hidayat and Tris, Akbarillah (2018) PENGARUH PENGGUNAAN BUNGKIL INTI SAWIT, MINYAK SAWIT, DAN BUNGKIL INTI SAWIT FERMENTASI PENGGANTI AMPAS TAHU DALAM RANSUM TERHADAP PERTUMBUHAN KAMBING NUBIAN. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI SUHENDRO_NIM.E1C013119.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Kambing Nubian adalah kambing perah yang memproduksi susu 2-4 liter/ekor/hari. Kambing ini sangat ideal dan berpotensi dikembangkan di Indonesia mengingat kambing tersebut memiliki habitat yang hampir sama dengan di Indonesia. Untuk meningkatkan produktivitas kambing diperlukan pakan berkualitas, dengan kandungan nutrisi yang baik dan ketersediaan yang cukup. Bengkulu merupakan daerah penghasil kelapa sawit. Bungkil inti sawit merupakan hasil ikutan industri pengolahan minyak sawit dan mempunyai potensi sebagai pakan. Bungkil inti sawit (BIS) dihasilkan sebanyak 3,5% dari setiap tandan buah segar sehingga pada ternak ruminansia pemanfaatan BIS dalam penyusunan ransum dapat mencapai 55% dari total komposisi ransum. Bungkil inti sawit mengandung protein dan energi yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi respon pertumbuhan kambing Nubian dara yang menggunakan pakan mengandung bungkil inti sawit sebagai sumber protein, baik bungkil inti sawit asal maupun yang difermentasi, serta penggunaan minyak sawit dalam menggantikan ampas tahu. Rancangan yang digunakan adalah rancangan bujur sangkar latin (RBSL) sebanyak 2 bujur sangkar dengan 4 macam perlakuan (2 x 4). Ternak yang digunakan sebanyak 8 ekor kambing Nubian berumur 6 bulan dengan berat antara 20-25 kg. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian pakan konsentrat yang berbeda, yang terdiri dari bungkil inti sawit segar (P1), bungkil inti sawit segar dan minyak sawit (P2), bungkil sawit fermentasi (P3), dan ampas tahu (P4). Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan, konsumsi nutrisi, pertambahan berat badan serta variabel pendukung seperti konsumsi air minum, suhu dan kelembaban kandang. Berdasarkan hasil analisis variansi (anova), menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi hijuan segar, total pakan segar, BK hijauan, BO hijauan, PK hijauan dan PK total. Perlakuan P4 berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi konsentrat segar, BK, BO dan PK konsentrat. Konsentrat P4 berbahan ampas tahu lebih disukai daripada konsentrat berbahan bungkil inti sawit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan berat badan (P>0,05) yang menunjukan angka P1, P2, P3, dan P4 berturut- turut: 70, 60, 60, dan 40 gram/ekor/hari. Penggunaan konsentrat BIS, dapat menggantikan ampas tahu dalam ransum tanpa berdampak negatif terhadap pertumbuhan kambing Nubian. Lebih lanjut, penggunaan minyak sawit serta konsentrat BIS maupun penggunaan konsentrat BIS yang difermentasi menunjukkan hasil yang tidak berbeda dengan pemberian BIS saja terhadap pertambahan berat badan.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 04 Apr 2019 08:11
Last Modified: 04 Apr 2019 08:11
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/17712

Actions (login required)

View Item View Item