KECERNAAN PROTEIN KASAR (PK) DAN SERAT KASAR (SK) SAPI BALI JANTAN YANG DIBERI PAKAN TAMBAHAN LUMPUR SAWIT DAN AMPAS TAHU DENGAN IMBANGAN YANG BERBEDA

Deskapena, Yana and Dwatmadji, Dwatmadji and Tatik, Suteky (2018) KECERNAAN PROTEIN KASAR (PK) DAN SERAT KASAR (SK) SAPI BALI JANTAN YANG DIBERI PAKAN TAMBAHAN LUMPUR SAWIT DAN AMPAS TAHU DENGAN IMBANGAN YANG BERBEDA. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI YANA DESKAPENA.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Kebutuhan daging di Indonesia dari tahun ke tahun kian meningkat, sementara pemenuhan akan kebutuhan daging masih kurang. Sapi Bali menjadi primadona sapi potong di Indonesia karena mempunyai kemampuan reproduksi tinggi, serta dapat digunakan sebagai ternak kerja di sawah dan lading. Salah satu masalah yang dihadapi dalam pengembangan ternak sapi potong ialah ketersediaan pakan. Pemanfaatan limbah industri, pertanian dan perkebuanan merupakan salah satu alternative untuk mengatasi masalah pakan, contohnya adalah lumpur sawit (solid) dan ampas tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevalusai kecernaan protein kasar (PK), dan serat kasar (SK) Sapi Bali Jantan yang diberi Lumpur Sawit dan Ampas Tahu dengan Imbangan yang berbeda. Penelitian menggunakan 12 ekor sapi Bali jantan, rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan dengan perlakuan pembagian ternak berdasarkan berat badan yang hampir sama dan BCS (Body Condition Score) 6-7. Variabel yang diamati yaitu konsumsi bahan segar (kg), konsumsi air minum (liter), dan koleksi feses. Data yang diperoleh dari hasil percobaan akan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Apabila hasil analisis berpengaruh nyata (P<0,05) maka dilanjutkan dengan Uji Least Significant Difference Test (LSD). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017 hingga Juni 2017. Penelitian ini dilakukan di Desa Bukit Peninjauan 1, Kecamatan. Sukaraja, Kabupaten. Seluma. Penelitian terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap adaptasi terhadap ternak serta pakan, koleksi sampel feses, hijauan dan pakan tambahan, tahap penggilingan sampel di laboratorium Jurusan Perternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, serta analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Pusat Antar Universitas (PAU) Institut Pertanian Bogor, Bogor. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi hijauan, konsumsi total protein kasar (PK) dan serat kasar (SK) serta kecernaan serat kasar (SK) dan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi protein kasar (PK) dan serat kasar (SK) lumpur sawit, ampas tahu, dan kecernaan protein kasar (PK). Hasil uji lanjut dengan LSD menunjukkan bahwa lumpur sawit pada perlakuan P1 berbeda nyata (P<0,05) dengan konsumsi P2 dan P3, namun P2 dan P3 tidak berbeda nyata (P>0,05) konsumsi protein kasar (PK) lumpur sawit pada P2 lebih tinggi dibandingkan P1 dan P3, sedangkan konsumsi protein kasar (PK) ampas tahu P1 berbeda nyata (P<0,05) dengan P2 dan P3, serta P2 berbeda nyata (P<0,05) dengan P3 dan P1. Pada perlakuan P1 lebih tinggi dibandingkan P2 dan P3. Hasil uji lanjut dengan LSD menunjukkan bahwa kecernaan protein kasar (PK) P1 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan kecernaan protein kasar (PK) P2 tetapi berbeda nyata (P<0,05) dengan P3. Konsumsi serat kasar (SK) lumpur sawit P1 berpengaruh nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan dengan P2 dan P3, namun P2 dan P3 tidak berbeda nyata, sedangkan konsumsi serat kasar (SK) ampas tahu P1 berbeda nyata (P<0,05) terhadap P2 dan P3, serta P2 berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan P3 dan P1 pada perlakuan P1 lebih tinggi dibandingkan P2 dan P3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan tambahan lumpur sawit dan ampas tahu dengan imbangan yang berbeda pada sapi Bali jantan menunjukkan bahwa konsumsi pakan total protein kasar (PK) tertinggi pada perlakuan P2 yaitu 1,181 kg/ekor/hari serta sama dengan konsumsi pakan total serat kasar (SK) tertinggi terdapat di perlakuan P2 yaitu 1,679 kg/ekor/hari, mempengaruhi kecernaan protein kasar (PK) dan tidak mempengaruhi kecernaan serat kasar (SK). (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu)

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 04 Apr 2019 08:31
Last Modified: 04 Apr 2019 08:31
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/17718

Actions (login required)

View Item View Item