PENGARUH BEBERAPA JENIS DAN KONSENTRASI SENYAWA ORGANIK KOMPLEKS TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS NANAS SECARA IN VITRO.

Sianipar, Mangara Wijaya and Rustikawati, Rustikawati and RR Yudhy, RR Yudhy (2018) PENGARUH BEBERAPA JENIS DAN KONSENTRASI SENYAWA ORGANIK KOMPLEKS TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS NANAS SECARA IN VITRO. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
pdf skripsi.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Perbanyakan tanaman nanas yang dilakukan secara konvensional membutuhkan waktu yang lama dan menghasilkan jumlah anakan sedikit dianggap belum mampu mencukupi kebutuhan bahan tanam skala industri. Untuk itu dibutuhaan teknik yang menghasilkan bahan tanam yang banyak dan dalam waktu yang singkat. Kultur jaringan merupakan salah satu teknik perbanyakan yang memungkinkan menyediakan bibit atau bahan tanam dalam jumlah besar dan waktu yang singkat. Namun setiap tanaman memerlukan media yang spesifik untuk merangsang perbanyakan tunas dan mempercepat pertumbuhan bibit atau bahan tanam. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa organik kompleks dan ekstrak buah dapat mempercepat pertumbuhan tunas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis dan konsentrasi senyawa organik kompleks terbaik dalam pertumbuhan tunas tanaman nanas secara in vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2017 hingga Oktober 2017. Di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan digunakan untuk mengalokasikan 9 perlakuan senyawa organik kompleks. Perlakuan terdiri atas 1) MS + air kelapa 100 ml/l, 2) MS + air kelapa 150 ml/l, 3) MS + air kelapa 200 ml/l, 4) MS + pisang 100 g/l, 5) MS + pisang 150 g/l, 6) MS + pisang 200 g/l, 7) MS + tauge 100 g/l, 8) MS + tauge 150 g/l, 9) MS + tauge 200 g/l Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umur 16 minggu setelah tanam media MS penambahan pisang 100 g/l mampu menghasilkan tinggi tanaman tertinggi dengan rata-rata 3,45 cm. Media MS dengan penambahan air kelapa 200 ml/ mengasilkan tinggi tunas tertinggi sebesar 1,5cm dan dikuti MS dengan penambahan pisang 100 g/l dengan rata-rata 0,9 cm. Media MS dengan penambahan air kelapa 100 ml/l memiliki nilai rata-rata tertinggi pada jumlah akar dan panjang akar

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 23 Apr 2019 02:51
Last Modified: 23 Apr 2019 02:51
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/18306

Actions (login required)

View Item View Item