PEMASARAN DAN STRUKTUR PASAR TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT DI KABUPATEN SELUMA PROVINSI BENGKULU

Rasidi, Aup and Putri, Suci Asriani and Bambang, Sumantri (2018) PEMASARAN DAN STRUKTUR PASAR TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT DI KABUPATEN SELUMA PROVINSI BENGKULU. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
AUPRASIDI.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Pemasaran yang tidak efisien dapat ditandai oleh tingginya biaya pemasaran. Biaya pemasaran yang tinggi cenderung akan mengakibatkan harga yang diterima produsen semakin rendah dan selanjutnya akan mengakibatkan perbedaan atau selisih harga yang diterima produsen dengan harga yang dibayarkan konsumen, sehingga akan mempengaruhi besarnya marjin pemasaran. Saluran pemasaran akan menentukan struktur pasar dan posisi kekuatan penentuan harga. Gejala rendahnya harga yang diterima petani erat kegiatannya dengan keadaan pasar yang kurang efisien. Di Kecamatan Suka Raja, rata-rata luas lahan petani kelapa sawit yang terbilang rendah yakni dibawah 2 hektar per kepala keluarga, serta dengan modal yang terbatas ditambah lagi belum adanya koperasi kelompok tani kelapa sawit yang efektif, sangat memungkinkan terjadinya struktur pasar yang tidak sempurna dalam pemasaran tandan buah segar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2017. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis saluran pemasaran dan distribusi tandan buah segar kelapa sawit, menganalisis marjin pemasaran, farmer’s share dan rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran dalam pemasaran tandan buah segar kelapa sawit, menganalisis efisiensi pemasaran serta menganalisis struktur pasar tandan buah segar kelapa sawit di Kecamatan Suka Raja. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan yaitu analisis marjin pemasaran, marjin pemasaran dapat diketahui dengan mengurangi biayadengan keuntungan dari setiap lembaga pemasaran. Analisis Farmer’s Share, perbedaan antara harga di tingkat produsen dan konsumen, porsi dari nilai yang dibayar konsumen akhir yang diterima oleh petani, dalam bentuk persentase (persen). Analisis Rasio Keuntungan dan Biaya, Efisiensi pemasaran dapat dianalisis dengan menggunakan rasio keuntungan dan biaya. Analisis Efisiensi Pemasaran dilakukan dengan menggunakan efisiensi operasional yaitu dengan menggunakan analisis marjin pemasaran, farmer’s share dan rasio keuntungan serta biaya. Membangun sistem pemasaran yang efisien sangat penting. Struktur pasar TBS di lokasi penelitian di hitung dengan perhitungan Herfindahl Hircshman Index. Indeks Herfindhal adalah jenis ukuran konsentrasi lain yang cukup penting, sebagai jumlah pangkat dua pangsa pasar dari seluruh perusahaan yang ada dalam industri. Hasil penelitian dari lapangan menunjukkan bahwa di Kecamatan Suka Raja Kabupaten Seluma, terdapat 2 saluran pemasaran yaitu: saluran I dari petani menjual hasil TBS kelapa sawit ke pedagang tingkat desa, pedagang desa menjual ke pedagang kecamatan dan pedagang kecamatan menjual TBS kembali ke pabrik untuk diolah. Saluran II dari petani menjual hasil TBS kelapa sawit langsung ke pedagang kecamatan dan pedagang kecamatan menjual TBS ke pabrik. Saluran I merupakan saluran pemasaran yang cukup panjang. Total marjin antara saluran pertama dan kedua sama, namun marjin yang diperoleh per lembaga (share margin) berbeda. Dilihat dari harga, petani tidak memperoleh harga pembelian yang lebih tinggi jika langsung menjual ke pedagang kecamatan. Mereka memutuskan untuk menjual ke pedagang pengumpul kecamatan bisa jadi karena tingkat pelayanan yang diberikan. Berdasarkan perhitungan konsentrasi pasar Index Herfindahl, struktur pasar cenderung pada pasar persaingan monopsoni. Dikatakan monopsoni jika nilai konsentrasi Index Herfindahl = 1.000 – 1.800. Pada kasus ini, struktur pasar monopsoni dengan keadaan dimana pedagang pengumpul desa maupun pedagang pengumpul kecamatan yang lebih menguasai akses pasar, informasi pasar dan permodalan yang memadai dibandingkan dengan banyak petani yang kurang memiliki akses pasar, informasi pasar dan permodalan yang kurang memadai. Pembeli utama adalah Pabrik Sawit dan pabrik ini membeli sawit dari penyalur yang didapatkan dari petani. Sebagian besar produk yang diperdagangkan dipasar monopsoni ini adalah produk mentah, karena proses aktivitas ekonomi di pasar ini merupakan semacam distribusi. Barang mentah yang dijual dalam kasus ini adalah Tandan Buah Segar (TBS). Kata Kunci: Tandan Buah Segar (TBS), saluran pemasaran dan struktur pasar.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 06 May 2019 04:37
Last Modified: 06 May 2019 04:37
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/18639

Actions (login required)

View Item View Item