POLITIK BAHASA MASA DEPAN: DARI POLITIK BAHASA - NASIONAL MENUJU POLITIK-BAHASA NASIONAL

Suwarno, Bambang (2016) POLITIK BAHASA MASA DEPAN: DARI POLITIK BAHASA - NASIONAL MENUJU POLITIK-BAHASA NASIONAL. In: Inteernational Conference On Language, Culture and Society (ICLCS), 25 - 26 November 2015, Jakarta.

[img]
Preview
Text (Proceeding)
Proceeding ICLCS 2016.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (21MB) | Preview

Abstract

Politik bahasa di Indonesia dicirikan oleh dualisme. Di satu sisi, dalam aspek politik bahasa-nasional, Indonesia memiliki reputasi yang amat cemerlang. Berbagai negara masih belum berhasil menjadikan bahasa resmi nasional yang dapat diterima oleh semua kalangan. Namun, bangsa Indonesia telah dapat memutuskan bahasa resmi nasional bahkan jauh hari sebelum kemerdekaan, yaitu saat ikrar Sumpah Pemuda. Di sisi lain, terdapat gejala kemunduran bahasa daerah. Bahkan, LIPI menyatakan bahwa hanya 9 bahasa daerah akan bertahan. Padahal, UUD 45 mengamanatkan agar negara melindungi dan melestarikan bahasa daerah, yang bermakna bahwa segala upaya perlu dilakukan guna melestarikan bahasa daerah. Untuk itu, perlu dikembangkan paradigma politik bahasa yang baru, yaitu politik-bahasa nasional, yang selain bertujuan memantapkan bahasa Indonesia juga melakukan segenap upaya untuk melestarikan bahasa daerah. Dalam paradigma baru ini perlu dipertimbangkan pemberian peran yang lebih signifikan di ranah publik bagi bahasa daerah, dengan memperhatikan aspek hak berbahasa (linguistic rights).

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Education > Department of English Education
Depositing User: Septi Septi
Date Deposited: 02 Sep 2019 07:13
Last Modified: 02 Sep 2019 07:13
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/19033

Actions (login required)

View Item View Item