EVALUASI KINERJA PENGANGKUTAN TBS KELAPA SAWIT DARI DIVISI 06 KE PMKS DI PT. ALNO AGRO UTAMA-SUMINDO ESTATE

Dardiri, Dardiri and Yuwana, Yuwana and Pandu, Imam (2018) EVALUASI KINERJA PENGANGKUTAN TBS KELAPA SAWIT DARI DIVISI 06 KE PMKS DI PT. ALNO AGRO UTAMA-SUMINDO ESTATE. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI FIX.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (6MB)

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditas primadona perekonomian Indonesia dimana pada periode tahun 2006 – 2012 telah mampu memberikan penerimaan negarasebesar Rp. 30,73 triliun dan devisa negara sebesar 21,30% pada tahun 2012. Luas perkebunan kelapa sawit Indonesia meningkat dari 7,364 juta hektar pada tahun 2008 menjadi 9,074 juta hektar pada tahun 2012 sehingga menempatkan Indonesia sebagai produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar kedua setelah Malaysia (Sipayung,2015). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dan pengangkutan TBS kelapa sawit serta menentukan kebutuhan alat angkut di divisi 06 PT. Alno Agro Utama-Sumindo Estate. Metode penelitian ini menggunakan analisa deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa factor utama yang mempengaruhi kinerja pengangkutan adalah kondisi alata ngkut, jumlah tenaga kerja angkut, jarak angkut dan kondisi jalan.Kinerja pengangkutan rata-rata 70,6% per hari dengan restan 856 janjang per hari di BulanJuni. Jumlah produksi panen harian TBS kelapa sawit rata-rata 1.524janjang/hari (33.000 kg/hari). Untuk jumlah trip kendaraan yaitu 10 trip/hari, rata-rata jumlah TBS kelapa sawit yang harus diangkut yaitu 51.702kg/hari (52 ton/hari)), kebutuhan kendaraan yang harus disediakan yaitu 3 truk/trip. Rata-rata waktuangkut DT (Dump Truck)yaitu 1 jam 28 dengan jumlah tenaga muat 2 orang per truck dan waktu angkut Truck yaitu 1 jam 16 menit dengan jumlah tenaga muat 3 orang per truck, hal ini melebihi standar yang di tetapkan oleh perusahaan yaitu untuk waktu muatnya 1 jam. In iterjadi karena pada saat muat banyak diperlukan waktu karena rata-rata muatt idak di TPH melainkan muat dengan cara mengutip satu persatu TBS kelapa sawit di jalan poros, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama dari standar perusahaan. Waktu bongkar untuk DT rata-rata memerlukan waktu 1 menit serta truck bak kayu memerlukan waktu 2,75menit dengan system bongkar hidrolik. Untuk pengiriman TBS ke PMKS alat angkut DT memerlukan waktu rata-rata 1 jam 11 menit dengan rata- rata muatan 5,3 ton per trip dan untuk alat angkut truck memerlukan waktu rata-rata 1 jam 18 menit dengan rata-rata muatan 6,5 ton per trip. Sedangkan standar dari perusahaan untuk pengiriman TBS yaitu 1 jam dan untuk muatan dump truck 5 ton serta truck 7 ton.Terjadi perbedaan waktu pengiriman TBS yaitu untuk dump truck 11 menitdari standard an truck 18 menit dari standar, karena jumlah muatan yang melebihi dari standar perusahaan. Untuk kondisi kosong tanpa muatan waktu tempuh kendaraan dari PMKS kedivisi 06 yaitu 50 menit.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Industrial Technology of Agriculture
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 11 Sep 2019 03:02
Last Modified: 11 Sep 2019 03:02
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/19092

Actions (login required)

View Item View Item