HERITABILITAS DAN KORELASI GENETIK PADA 15 GENOTIPE JAGUNG

Setiawan, Gilang and Catur, Herison and Eko, Suprijono (2018) HERITABILITAS DAN KORELASI GENETIK PADA 15 GENOTIPE JAGUNG. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Asli skirpsi gilang setiawan (E1J012031).pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)

Abstract

Upaya meningkatkan produksi jagung dapat dilakukan melalui program pemuliaan tanaman. Penentuan metode pemuliaan dan seleksi memerlukan banyak informasi, salah satunya yaitu korelasi antara berbagai karakter pertumbuhan dan komponen hasil terhadap hasil dan heritabilitas tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk menaksir nilai heritabilitas dan mengukur keeratan hubungan genetik antara variabel komponen pertumbuhan dan komponen hasil tanaman terhadap hasil pada 15 genotipe jagung. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai dengan April 2017, di Desa Arga Mulya, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), 3 ulangan dengan perlakuan 15 genotipe jagung yang meliputi: CT8, CT9, CT13, CT14, CT17, CT21, CT22, CT23, CT27, CT29, CT30, CT37, CT38, CT46, dan CT47. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANAVA) dan analisis covarian (ANCOVA) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur muncul bunga jantan dan umur muncul bunga betina memiliki nilai heritabilitas tinggi. Jumlah daun, panjang tongkol, jumlah biji per tanaman, dan bobot pipilan kering per petak memiliki nilai heritabilitas sedang. Nilai heritabilitas rendah ditunjukkan pada tinggi tanaman, diameter batang, bobot tongkol, diameter tongkol, jumlah baris per tongkol, dan bobot biji per tanaman. Peubah yang berkorelasi genetik positif dengan bobot biji per tanaman adalah jumlah daun, umur muncul bunga jantan, umur muncul bunga betina, bobot tongkol, panjang tongkol, diameter tongkol, dan jumlah biji per tanaman. Sedangkan, untuk tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah baris per tongkol berkorelasi genetik negatif dengan bobot biji per tanaman.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 18 Sep 2019 02:08
Last Modified: 18 Sep 2019 02:08
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/19172

Actions (login required)

View Item View Item