KARAKTERISTIK SERABUT DAN BERAT JENIS (BJ)BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper Backer) PADA PENAMPANG MELINTANG BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper Backer) DAN POSISI VERTIKAL DI DESA BABAKAN BOGOR KECAMATAN KABAWETAN

Rahmika, Fadillah and Nani, Nuriyatin and Putranto, BAN (2018) KARAKTERISTIK SERABUT DAN BERAT JENIS (BJ)BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper Backer) PADA PENAMPANG MELINTANG BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper Backer) DAN POSISI VERTIKAL DI DESA BABAKAN BOGOR KECAMATAN KABAWETAN. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI FADILLAH RAHMIKA_E1B013074.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Banyaknya penebangan legal maupun ilegal kayu di kawasan hutan memberi dampak yang serius bagi alam, selain itu juga saat ini sulit memperoleh kayu yang berdiameter besar dan berkualitas baik. Diantara berbagai tanaman non kayu, bambu merupakan salah satu material yang dapat menggantikan pemanfaatan kayu sebagai bahan material. salah satu jenis bambu yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi yaitu bambu betung (Dendrocalamus asper Backer). Bambu Betung memiliki kemampuan menahan beban yang paling maksimum. Persentase kekuatan tarik bambu betung mencapai 60,5% dari nilai kuat tarik baja tulang polos. Bambu memiliki 4 jenis pola ikatan pembuluh dimana masing-masing pola ikatan pembuluh ini menjadi pembeda antargenus dan antarspesies. Penyebaran pola ikatan pembuluh akan memberikan nilai kekuatan yang tinggi dan dapat menahan beban yang lebih tinggi secara merata.Kandungan serabut bambu, baik dalam diameter maupun ketebalan dindingnya mempengaruhi nilai berat jenis (BJ) bambu. Presentasi serabut pada bambu memiliki perbedaan dari bagian luar (tepi) ke bagian dalam. Pada bagian tepi, nilai persentase serabut lebih tinggi karena keberadaan serabut lebih kompak dan jumlahnya lebih banyak dibanding bagian dalam. Semakin tinggi persen serabut maka BJ semakin tinggi pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serabut bambu Betung pada penampang melintang dan posisi vertikal, BJ bambu Betung pada posisi vertikal dan hubungan pola ikat dan dimensi serat terhadap BJ. Penelitian ini dianalisis dengan analisis varian dan dilakukan uji lanjut LSD. Pada penelitian ini menunjukkan panjang serat bambu umumnya menurun dari posisi pangkal ke ujung batang. Begitu juga pada penampang melintang dari bagian tepi ke dalam. Nilai lebar diameter serat, diameter lumen dan tebal dinding menurun dari posisi pangkal ke ujung namun meningkat pada penampang melintang dari bagian tepi ke dalam.Nilai proporsi luas serabut, kerapatan pola ikat dan proporsi luas rantai serabut 1 dan 2 umumnya meningkat dari posisi pangkal ke ujung namun menurun dari bagian tepi ke dalam.Berat jenis bambu Betung meningkat dari posisi pangkal batang ke ujung. Bagian dari dimensi serat dan pola ikat yang memiliki hubungan yang sangat kuat dengan BJ yaitu kerapatan pola ikat, hubungan yang kuat yaitu proporsi luas rantai serabut 1, proporsi luas rantai serabut 2, panjang serat 1 dan 2, diameter serat rantai 2, diameter lumen serat rantai 2 dam tebal dinding serat rantai 2. Yang memiliki hubungan sedang yaitu proporsi luas serabut, diameter serat rantai 1, dan tebal dinding serat rantai 1 dan yang memiliki hubungan yang rendah yaitu diameter lumen serat rantai 1.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 19 Sep 2019 04:39
Last Modified: 19 Sep 2019 04:41
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/19209

Actions (login required)

View Item View Item