PERFORMANS PRODUKSI AYAM KETARRAS DAN AYAM ARAB BETINA UMUR 40-52 MINGGU

Dwi Joko Purnomo, Dwi Joko Purnomo and Desia, Kaharuddin and Kususiyah, Kususiyah (2018) PERFORMANS PRODUKSI AYAM KETARRAS DAN AYAM ARAB BETINA UMUR 40-52 MINGGU. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Skripsi Dwi Joko Purnomo.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Ayam Ketarras dengan komposisi genetik 75% ayam Arab dan 25% ayam Ras petelur, merupakan ayam hasil persilangan ayam Arras betina dengan ayam Arab jantan. Produksi telur ayam Arras yang komposisi genetiknya 50% ayam Arab dan 50% ayam Ras petelur cukup tinggi, dan warna kerabang telurnya masih dominan seperti telur ayam Ras sehingga bernilai jual rendah. Persilangan antara ayam Arras betina dengan ayam Arab jantan yang menghasilkan ayam Ketarras ini diharapkan akan mendapat efek komplementer. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans ayam Ketarras dan ayam Arab betina umur 40-52 minggu. Hipotesis penelitian ini adalah performans produksi ayam Ketarras betina umur 40-52minggu diduga lebih baik dibanding ayam Arab. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2017 di Comercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.Penelitian ini menggunakan 2 perlakuan dan 24 ulangan. Faktor jenis ayam digunakan sebagai perlakuan, yaitu : P1 = ayam Ketarras betina dan P2 = ayam Arab betina. Setiap ulangan menggunakan 1 ekor ayam, sehingga masing - masing jenis ayam dibutuhkan 24 ekor ayam yang ditempatkan pada kandang batteray individu.Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, berat telur, produksi telur, konversi ransum, dan warna kerabang telur. Data berat telur, konsumsi ransum, dan produksi telur dianalisis menggunakan uji t. Sedangkan warna kerabang telur dibahas secara deskriptif. Hasil uji t menunjukkan bahwa, secara kumulatif (umur 40-52 minggu) konsumsi ransum, produksi telur dan konversi ransum ayam Ketarras berbeda tidak nyata (t hitung < t table) dibanding ayam Arab. Konsumsi ransum kumulatif ayam Ketarras (8789,25 g/ekor) dan ayam Arab (8737,58 g/ekor. Secara kumulatif produksi telur ayam Ketarras (46,29 butir/ekor) dan ayam Arab(49,88 butir/ekor). Berat telur kumulatif ayam Ketarras (2287,13 g/ekor) dan ayam Arab (2223,79 g/ekor). Konversi ransum kumulatif ayam Ketarras (3,926 g/ekor) dan ayam Arab (3,980 g/ekor). Warna kerabang telur ayam Ketarras didominasi warna putih kecoklatan (87,61%) dan kerabang telur ayam Arab (99,06%) berwarna putih. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa performas produksi telur ayam Ketarras dan ayam Arab umur 40-52 minggu relatif sama, dengan persentase warna kerabang telur ayam Ketarras 87,61% berwarna putih kecoklatan sedangkan ayam Arab 99,06% berwarna putih.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 24 Sep 2019 04:07
Last Modified: 24 Sep 2019 04:07
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/19312

Actions (login required)

View Item View Item