PERFORMANS AYAM KETARRAS PADA UMUR 2 SAMPAI 12 MINGGU BERDASARKAN POLA WARNA BULU

Hidayatullah, Muhammad Aziz and Kususiyah, Kususiyah and Desia, Kaharuddin (2018) PERFORMANS AYAM KETARRAS PADA UMUR 2 SAMPAI 12 MINGGU BERDASARKAN POLA WARNA BULU. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Skripsi Muhammad Aziz Hidayatullah.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)

Abstract

Permintaan konsumen akan telur ayam kampung yang terus meningkat disikapi oleh peternak dengan memelihara ayam Arab untuk memenuhi kebutuhan telur ayam kampung. Telah dilakukan persilangan antara ayam Arab jantan dengan ayam Ras betina coklat. Hasil persilangan tersebut dinamakan ayam Arras dengan komposisi genetik 50% ayam arab dan 50% ayam ras. Hasil persilangan ini menunjukkan adanya sifat kualitatif dan kuantitatif. Sifat kualitatif pada ayam Arras ditandai adanya pola warna bulu yang beragam, sedangkan sifat kuantitaif ditandai dengan produksi telur sudah cukup baik, namun warna kerabang telur ayam Arras yang dihasilkan lebih dominan menyerupai warna kerabang telur ayam Ras, sehingga masih mempunyai nilai harga jual yang lebih rendah dibanding dengan harga telur ayam Kampung. Memperhatikan hal tersebut diatas maka ayam Arras betina disilangkan dengan ayam Arab jantan, sehingga diperoleh keturunan dengan komposisi genetik 25% ayam Ras dan 75% ayam Arab. Hasil persilangan ini dinamakan ayam Ketarras. Persilangan tersebut diharapkan ada efek complementer yaitu bisa menghasilkan telur putih kecokelatan sebagaimana warna telur ayam kampung dengan produktifitas yang tinggi. Warna kerabang telur ayam Ketarras sudah cukup bagus dibanding warna kerabang telur ayam Arras. Secara umum masyarakat telah bisa menerima telur ayam Ketarras sebagai telur ayam kampung. Berkaitan dengan hal tersebut, ayam Ketarras perlu digali lebih lanjut potensi produksinya. Warna bulu DOC ayam Ketarras sangat beragam yaitu bulu warna coklat, hitam dan putih. Hal ini menunjukkan sifat kualitatif yang beda dengan tetuanya. Diharapkan dari hasil persilangan tersebut dapat menaikkan performan hasil silangannya melampaui rata-rata performa kedua tetuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans ayam Ketarras sejak umur 2 sampai 12 minggu berdasarkan pola warna bulu. Hipotesis penelitian ini adalah Performans ayam Ketarras pada umur 2 sampai 12 minggu dengan pola warna bulu berbeda diduga berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2017 di kandang Comercial Zone Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan 20 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah pola warna bulu dengan P1 = Pola warna bulu gelap (coklat hitam), P2 = Pola warna bulu putih blurik, P3 = Pola warna bulu putih. Setiap ulangan menggunakan 2 ekor ayam, sehingga masing masing pola warna bulu ayam yang dibutuhkan 40 ekor ayam yang ditempatkan secara acak pada kandang batteray individu. Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, pertumbuhan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum ayam ketarras pada pola warna bulu berpengaruh tidak nyata (P > 0,05), kecuali pada minggu 2-4, 3-6, 2-7, 2-11 dan 2-12 (P < 0,05). Konsumsi ransum ayam ketarras umur 2 sampai 12 minggu pada perlakuan P1 (2930,20 g) dan P2 (2919,53 g) nyata lebih tinggi dibanding P3 (2872,08 g), tetapi antara P1 dengan P2 bebeda tidak nyata. Lebih tingginya konsumsi ransum P1 dan P2 dibandingkan dengan P3, disebabkan oleh jumlah ayam jantan pada P1 dan P2 lebih banyak dibanding P3. Hal ini menunjukkan bahwa terjadinya perbedaan konsumsi ini lebih disebabkan oleh jenis kelamin ayam, sedangkan faktor warna bulu diduga tidak mempengaruhi konsumsi ransum. Sedangkan pada berat badan, pertambahan berat badan an konversi ransum masing masing perlakuan mulai umur 2 sampai 12 minggu berbeda tidak nyata (P > 0,05). Capaian berat badan umur 12 minggu pada perlakuan P1 (745,80 g/ekor), P2 (797,53 g/ekor) dan P3 (758,60 g/ekor). Pertambahan berat badan kumulatif P1 (640,88 g/ekor), P2 (697,38 g/ekor), dan P3 (660,90 g/ekor). Konversi ransum perlakuan P1 (4,60), P2 (4,24) dan P3 (4,40). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa performans ayam Ketarras pada umur 2 sampai 12 minggu berdasarkan pola warna bulu berbeda adalah sama.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 03 Oct 2019 03:06
Last Modified: 03 Oct 2019 03:06
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/19384

Actions (login required)

View Item View Item