ENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI AYAM RAS PETELUR

Julitasti, Riska and Basyarudin, Zain and Warnoto, Warnoto (2018) ENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI AYAM RAS PETELUR. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI RISKA JULITASTI.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Bahan pakan alternatif adalah bahan pakan yang relatif murah, mudah didapat, tidak bersaing dengan manusia, serta tidak berdampak negatif terhadap ternak yang dipelihara. Salah satu tanaman yang mungkin dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif adalah kelor. Tanaman kelor (Moringa oleifera) belum banyak digunakan dalam pakan ternak terutama untuk pakan unggas, daun kelor (Moringa oleifera) memiliki nutrisi yang cukup besar, terutama daun yang sudah dikeringkan dan dibuat tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalam ransum terhadap produksi ayam ras petelur. Penelitian ini menggunakan 40 ekor ayam ras petelur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 4 perlakuan dengan 10 ulangan Perlakuan P0= Ransum kontrol, P1= Penggunaan tepung daun kelor 1,5%, P2= Penggunaan tepung daun kelor 3%, P3= Penggunaan tepung daun kelor 4,5%. Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, produksi telur, berat telur dan konversi ransum. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Apabila hasil analisis berpengaruh n yat a (P<0.05) mak a dil a njut kan dengan uji Dunc an’s Mult ipl e R ange Test (DMR T). Penelitian telah dilakasanakan pada bulan 22 Juli sampai 17 September 2018 di Comercial Zone Of Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu. Penelitian telah dilakasanakan pada bulan 22 Juli sampai 17 September 2018 di Comercial Zone Of Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap semua variable yang diamati. Konsumsi ransum (g/ekor/butir) P0 (133,49±5,75), P1 (132,75±2,92), P2 (131,36±4,04), P3 (132,82±1,92). Produksi telur (%) P0 (80,71±6,25), P1 (75,71±4,18), P2 (73,04±4,07), P3 (76,25±4,58). Berat telur (g/butir) P0 (63,01±1,06), P1 (63,18±0,69), P2 (64,05±1,13), P3 (61,61±0,53) dan konversi ransum P0 (2,64±0,22), P1 (2,79±0,13), P2 (2,83±0,18), P3 (2,86±0,18). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun kelor (Moringa oliefera) hingga 4.5% dalam ransum tidak berbeda nyata performa produksi ayam ras petelur, sehingga daun kelor dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif yang baik pada ayam petelur.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 03 Oct 2019 03:48
Last Modified: 03 Oct 2019 03:48
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/19387

Actions (login required)

View Item View Item