PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK AYAM BROILER

Purba, Lamhot Parulian and Urip, Santoso and Desia, Kaharuddin (2019) PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN SENDUDUK (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK AYAM BROILER. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
lamhot skripsifix.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Dewasa ini, kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam broiler semakin meningkat. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan tersebut masyarakat umumnya menghendaki daging ayam broiler yang kurang amis, warna yang kemerah-merahan, tekstur yang lebih empuk dan rasa yang lebih enak tetapi bebas antibiotik. Namun kenyataan yang ada sekarang ini, sebagaian besar daging ayam broiler berbau amis, warna daging yang pucat dan rasa yang belum sesuai dengan selera konsumen. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dapat dilakukan upaya dengan pemberian tumbuhan obat sebagai pengganti feed suplement komersial. Pemberian imbuhan pakan (feed suplement) sangat penting untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak ayam broiler. Imbuhan pakan yang umum digunakan sebagai pemacu pertumbuhan (growth promote). Tumbuhan senduduk berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri sehingga dapat mensustitusi penggunaan antibiotik sintetik. daun senduduk mengandung tanin, flavonoid, steroid, saponin, dan glikosida yang berfungsi membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Metode ekstraksi daun senduduk dilakukan dengan metode yang sama dengan ekstraksi penggunaan herbal sebagai feed suplement pada ransum ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan ekstrak daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) terhadap kualitas karkas ayam broiler. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam sehingga membutuhkan 80 ekor ayam broiler berumur 21 hari dan lama pemeliharaan selama 6 minggu, setelah panen diambil sampel sebanyak 20 ekor ayam broiler. Pakan yang digunakan mengandung berbagai level ekstrak daun senduduk (EDS); P0= 0%, P1= 0,5%, P2= 1%, dan P3=1,5%, dengan PK 22% dan ME 2932,7 – 2935,7 kkal/kg. Pada umur 21 hari 80 ekor broiler didistribusikan ke dalam petak-petak perlakuan dan diberi pakan sesuai dengan perlakuan. Pakan dan air minum diberikanad libitum sampai dengan umur 42 hari. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah uji organoleptik uji warna daging (sebelum dimasak), uji rasa daging, uji bau daging, dan uji tekstur daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor warna daging pada perlakuan P3(2,4) lebih merah/cerah dibandingkan perlakuan lainnya, skor rasa daging P1,P2, mengalami penurunan dengan nilai 3 (cukup enak) dan P3 mendapatkan nilai 4 (rasa enak). Skor bau daging P0 dan P1 mendapat nilai 3 (agak amis), P2 mendapat skor 4 (kurang amis) dan tertinggi pada perlakuan P3 mendapat nilai 5 (tidak amis). dan skor tekstur daging memiliki P0 memiliki nilai 3 (agak alot), tertinggi pada perlakuan P3 dengan nilai 5 (sangat empuk), P1 dan P2 mendapat nilai 4 (empuk). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun senduduk (Melastoma Malabathricum L.) sebanyak 1,5 g/Kg pakan ransum dapat meningkatkan warna, tekstur dan tidak menimbulkan bau amis daging, tanpa meningkatkan rasa.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 01 Nov 2019 01:53
Last Modified: 01 Nov 2019 01:53
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/20031

Actions (login required)

View Item View Item