PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum walp) FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER

Purwanto, Popi and Urip, Santoso and Yosi, Fenita (2019) PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum walp) FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI FIX POPI PURWANTO.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Ayam broiler merupakan hasil genetik yang memiliki karakteristik ekonomis, pertumbuhan yang cepat sebagai penghasil daging, konversi ransum rendah, dipanen cepat karena pertumbuhannya yang cepat dan sebagai penghasil daging dengan serat yang lunak. Untuk mendapatkan pertumbuhan yang cepat maka dibutuhkan ransum yang mempunyai kandungan nutrisi yang baik. Salah satu cara peningkatan efisiensi ransum yaitu dengan pakan tambahan seperti tepung daun katuk fermentasi (DKF) dan daun salam fermentasi (DSF). Daun katuk dan daun salam mengandung zat aktif seperti flavonoid, tannin, dan saponin yang dapat meningkatkan efisiensi penggunaan ransum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tepung daun katuk dan daun salam fermentasi dalam ransum terhadap performa broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dua ratus delapan puluh ekor ayam broiler umur 14 hari didistribusikan ke dalam 7 kelompok perlakuan dimana masing-masing kelompok pelakuan terdiri dari 4 ulangan, dan masing-masing ulangan terdiri dari 10 ekor broiler. Adapun ke 7 perlakuan itu adalah sebagai berikut : P0= Ransum kontrol (tanpa tambahan herbal). P1 = Ransum mengandung 1,875% DKF dan 0,625% DSF. P2 = Ransum mengandung 1,25% DKF dan 1,25% DSF. P3 = Ransum mengandung 0,625% DKF dan 1,875% DSF. P4 = Ransum mengandung 3,75% DKF dan 1,25% DSF. P5 = Ransum mengandung 2,5% DKF dan 2,5% DSF. P6 = Ransum mengandung 1,25% DKF dan 3,75% DSF. Variabel yang diukur meliputi konsumsi ransum, berat badan, pertambahan berat badan dan konversi ransum. Data yang diperoleh dianalisis keragamanya bila analisis ragam menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) maka diuji lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun katuk (Sauropus androgynus) dan daun salam (Syzygyum polyanthum walp) fermentasi dalam ransum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap performa (berat badan, pertambahan berat badan, konsumsi ransum) dan tidak menaikan konversi pakan broiler. Konsumsi ransum umur 2-5 minggu berkisar 2.126,6 - 2.228,4 g/ekor/minggu dengan berat badan 1.167,4 – 1.338,5 g/ekor/minggu dan pertambahan berat badan berkisar 803,9 - 866,3 g/ekor dengan nilai konversi ransum berkisar 2,5 – 2,8. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pemberian tepung daun katuk dan daun salam fermentasi dalam ransum tidak menurunkan performa (berat badan, pertambahan berat badan, konsumsi ransum) dan tidak menaikkan konversi pakan broiler.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 01 Nov 2019 02:25
Last Modified: 01 Nov 2019 02:25
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/20041

Actions (login required)

View Item View Item