PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT YANG MENGANDUNG KULIT DURIAN (Durio zibethinus) YANG DIFERMENTASI Pleurotus ostreatus TERHADAP RESPON FISIOLOGIS SAPI PERAH FRIES HOLLAND LAKTASI

Anhar, Sawaluddin and Dadang, Suherman and Endang, Sulistyowati (2019) PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT YANG MENGANDUNG KULIT DURIAN (Durio zibethinus) YANG DIFERMENTASI Pleurotus ostreatus TERHADAP RESPON FISIOLOGIS SAPI PERAH FRIES HOLLAND LAKTASI. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Sawaluddin Fanhar_E1C015012 (SKRIPSI) FAKULTAS.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Sapi perah sangat sensitif terhadap stress panas. Mekanisme termoregulasi dalam menjaga keseimbangan termal pada sapi. Metode yang dilakukan untuk mengevaluasi atau memprediksi pengaruh kondisi termal pada intake (asupan) dan tahap laktasi harus memperhitungkan respon fisiologis terhadap faktor lingkungan. Pemeliharaan sapi perah pada kondisi iklim tropis dengan suhu dan kelembaban yang tinggi dapat menurunkan produktivitas ternak. Upaya meningkatan produksi susu pada dasarnya dapat dilakukan melalui perbaikan mutu genetik dan manipulasi lingkungan, serta perbaikan manajemen pemeliharaan. Salah satu perbaikan manajemen yang dapat dilakukan melalui manajemen pakan, kualitas, dan kuantitas. Pemberian pakan pada ternak bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, reproduksi dan produksi. Konsumsi pakan yang berbeda akan menyebabkan adanya aktivitas metabolik dalam tubuh yang berbeda pula, banyaknya jumlah pakan yang dikonsumsi akan menyebabkan meningkatnya respon fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevalusi pemberian konsentrat yang mengandung tepung kulit durian (Durio zibethinus) yang difermentasi oleh Pleurotus ostreatus terhadap respon fisiologis sapi perah Fries holland laktasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) 4 x 4 dengan menggunakan 4 perlakuan, 4 periode, 4 ekor ternak, dan 4 hari masa koleksi. Perlakuan yang digunakan terdiri dari P0 yaitu konsentrat yang mengandung tepung kulit durian fermentasi (0%), P1 (10%), P2 (20%) dan P3 (30%). Variabel yang diamati meliputi konsumsi bahan kering, kondisi lingkungan kandang (suhu dan kelembaban), dan respon fisiologi ternak. Metode penelitian dengan cara pengukuran langsung yang dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pagi, siang, dan sore. Hasil penelitian menunjukan bahwa, konsumsi bahan kering berkisar antara 14,66-15,16 kg/ekor/hari. Suhu lingkungan dan kelembaban selama penelitian didapatkan hasil suhu udara minimum pada pengamatan pagi hari sebesar 20±0,280C dan kelembaban maksimum 86±7,83% pada saat pengukuran siang hari, sedangkan suhu udara maksimum pada pengamatan siang hari sebesar 25±0,750C dan kelembaban minimum 93±2,75% pada saat pengukuran pagi hari, begitu pula dengan THI pada pagi hari sekitar 68 kemudian meningkat mencapai 75 pada siang hari dan menurun mencapai 73 pada sore hari. Frekuensi respirasi berkisaran antara 35-42 kali/menit. Denyut jantung berkisar antara 61- 65 kali/menit. Suhu rektal berkisar antara 37,96-38,450C Pemakaian ransum konsentrat yang mengandung tepung kulit durian fermentasi sampai dengan level 30% tidak berpengaruh pada frekuensi respirasi, denyut jantung, suhu rektal, dan konsumsi bahan kering pakan.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 01 Nov 2019 02:47
Last Modified: 01 Nov 2019 02:47
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/20046

Actions (login required)

View Item View Item