DINAMIKA KOMUNITAS GULMA PADA SISTEM TUMPANGSARI JAGUNG DAN KACANG HIJAU HUBUNGANNYA DENGAN PRODUKTIVITAS LAHAN

Kusmiyati, Siti and Nanik, Setyowati and Edhi, Turmudi (2019) DINAMIKA KOMUNITAS GULMA PADA SISTEM TUMPANGSARI JAGUNG DAN KACANG HIJAU HUBUNGANNYA DENGAN PRODUKTIVITAS LAHAN. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Skripsi (Siti Kusmiyati, E1J015079).pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman pokok dalam budidaya tanaman. Lahan pertanian secara terus-menerus mengalami konversi lahan ke non-pertanian. Kondisi lahan pertanian semakin terbatas. Upaya peningkatan produktivitas tanaman dapat dilakukan dengan menerapkan sistem tanam tumpangsari dan menggunakan varietas unggul. Tanaman jagung menghendaki nitrogen tinggi dan tanaman kacang hijau dapat memfiksasi nitrogen dari udara bebas, sehingga tanaman jagung dapat memanfaatkan kelebihan nitrogen dari kacang hijau. Komunitas gulma yang tumbuh pada lahan pertanaman tumpangsari, biasanya memiliki komposisi yang berbeda dengan sistem monokultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah gulma yang tumbuh pada lahan tumpangsari tanaman jagung dengan kacang hijau serta menjelaskan keterkaitan kompetisi gulma dengan hasil tanaman jagung dan kacang hijau pada sistem tumpangsari. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai Januari 2019, di lahan pertanian wilayah kelurahan Pematang Gubernur, kecamatan Muara Bangkahulu, Bengkulu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Pada tanaman jagung menggunakan perlakuan jarak tanam jagung pada sistem tumpangsari yaitu jarak tanam 60 cm x 30 cm, jarak tanam 90 cm x 30 cm, jarak tanam 120 cm x 30 cm dan monokultur jagung jarak tanam 60 cm x 30 cm. Perlakuan kacang hijau (jarak tanam 30 cm x 30 cm) yang ditumpangsarikan dengan jagung pada jarak tanam jarak tanam 60 cm x 30 cm, jarak tanam 90 cm x 30 cm, jarak tanam 120 cm x 30 cm dan monokultur kacang hijau jarak tanam 30 cm x 30 cm. Data variabel utama dikumpulkan dan dianalisis menggunakan analisis varian taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat spesies gulma yang terdiri dari tiga spesies gulma berdaun lebar dan satu spesies rerumputan dijumpai pada lahan tumpangsari tanaman jagung dengan kacang hijau yang belum diolah. Pada umur tiga minggu setelah tanam terjadi perubahan komposisi gulma yaitu tumbuh sembilan belas spesies gulma (empat belas daun lebar, satu teki, dan empat rumput). Pada umur sembilan minggu setelah tanam terjadi perubahan komposisi gulma kembali yaitu tumbuh sembilan spesies gulma (tujuh daun lebar, satu teki, dan satu rumput). Gulma menurunkan hasil tanaman jagung dan kacang hijau pada sistem tumpangsari.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 06 Nov 2019 02:22
Last Modified: 06 Nov 2019 02:22
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/20218

Actions (login required)

View Item View Item