PERFORMANS PRODUKSI TELUR AYAM KAMPUNG SUPER DENGAN LEVEL PROTEIN YANG BERBEDA

Saputra, Dede Indra and Desia, Kaharuddin and Kususiyah, Kususiyah (2019) PERFORMANS PRODUKSI TELUR AYAM KAMPUNG SUPER DENGAN LEVEL PROTEIN YANG BERBEDA. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI_Dede Indra Saputra.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Ayam Kampung Super adalah hasil persilangan ayam kampung jantan yang mempunyai postur tubuh besar dengan ayam Ras Petelur betina. Tampilan ayam Kampung Super sama dengan ayam Kampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan level protein ransum terhadap performans produksi telur ayam Kampung Super. Hipotesis penelitian ini adalah Produksi telur ayam Kampung Super level protein ransum 18 % diduga terbaik.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai bulan Januari 2019 di Comercial Zone Of Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dan 12 ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah P1 = Level protein ransum 16 %, P2 = Level protein ransum 17 % dan P3 = Level protein ransum 18 %. Setiap ulangan menggunakan 1 ekor ayam, sehingga dibutuhkan 36 ekor ayam Kampung Super Betina yang ditempatkan pada kandang batteray individu. Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, umur dewasa kelamin, berat dewasa kelamin, berat telur pertama, berat telur, produksi telur, warna kerabang telur dan konversi ransum. Data umur dewasa kelamin, berat dewasa kelamin, berat telur pertama, konversi ransum dan warna kerabang telur dibahas secara deskritif, sedangkan data konsumsi ransum, produksi telur dan berat telur dianalisis varians (ANOVA), Bila hasil analisis menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) maka diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan umur dewasa kelamin ayam Kampung Super P1 (175 hari), P2 (178 hari) dan P3 (175 hari) dengan rataan berat dewasa kelamin P1 (1846,58 g/ekor), P2 (1932,83 g/ekor) dan P3 (1872,50 g/ekor), dan rataan berat telur pertama P1 (41,58 g/butir), P2 (40,17 g/butir) dan P3 (40,17 g/butir). Hasil analisis varian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum kumulatif. Rataan produksi telur P1 (27,58 butir/ekor), P2 (26,33 ekor/butir) dan P3 (27,42 butir/ekor) pada umur 23-30 minggu berbeda tidak nyata (P>0,05). Hasil analisis varian produksi berat telur kumulatif P1 (1236,42 g/ekor), P2 (1237,83 g/ekor) dan P3 (1283,17 g/ekor) berbeda tidak nyata (P>0,05). Berat telur perbutir ayam Kampung Super pada penelitian ini 37,87 g/ekor sampai 52,21 g/ekor. Hasil rataan konversi ransum ayam Kampung Super umur 23-30 minggu P1 (4,25), P2 (4,85) dan P3 (4,23). Warna kerabang telur ayam Kampung Super berwarna coklat tua 8,20 %, berwarna coklat 71,11 % dan 20,70 % berwarna putih kecoklatan. Disimpulkan bahwa ayam Kampung Super yang diberi level protein 16 %, 17 %, dan 18 % menunjukkan performans konsumsi ransum, umur dewasa kelamin, berat dewasa kelamin, berat telur pertama, produksi telur, berat telur dan konversi ransum yang sama. sedangkan warna kerabang telur yang dihasilkan 3 macam yaitu warna kerabang telur coklat tua, warna kerabang telur coklat dan warna kerabang telur putih kecoklatan.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 08 Nov 2019 02:38
Last Modified: 08 Nov 2019 02:38
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/20327

Actions (login required)

View Item View Item