PENGARUH SIFAT KUALITATIF POLA WARNA BULU TERHADAP PERFORMA AYAM KETARRAS SELAMA MASA PUNCAK PRODUKSI

JAtmiko, Syukri Halim and Desia, Kaharuddin and Kususiyah, Kususiyah (2019) PENGARUH SIFAT KUALITATIF POLA WARNA BULU TERHADAP PERFORMA AYAM KETARRAS SELAMA MASA PUNCAK PRODUKSI. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
1. SKRIPSI LENGKAP FAKULTAS.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Permintaan masyarakat akan telur ayam Kampung semakin tinggi seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya nutrisi hewani sehingga dibutuhkan peningkatan produksi telur ayam Kampung agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen tersebut. Produksi telur ayam Kampung belum dapat memenuhi permintaan konsumen dikarenakan produktivitas masih rendah. Banyak peternak memelihara ayam Arab yang diasumsikan sebagai pengganti ayam Kampung karena telurnya menyerupai telur ayam Kampung. Sebagian konsumen belum dapat menerima telur ayam Arab sebagai telur ayam Kampung karena warna kerabang telur berbeda. Genetik ayam Arras didapatkan dari persilangan antara ayam Arab 50% dan ayam Ras petelur 50%. Telur ayam Arras cenderung berukuran lebih besar dibandingkan telur ayam Kampung. Persilangan ayam Arras dengan ayam Arab telah dilakukan dan didapatkan keturunan dengan genetik ayam Arab 75% dan ayam Ras petelur 25% yang dinamakan ayam Ketarras. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh sifat kualitatif pola warna bulu terhadap performa ayam Ketarras selama masa puncak produksi. Penelitian dilaksanakan pada 06 Desember 2017-06 Juni 2018, bertempat di Commercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan. Rancangan penelitian ini Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 20 ulangan. Faktor pola warna bulu meliputi P1(warna gelap), P2(warna putih blurik) dan P3(warna putih). Variabel penelitian ini meliputi konsumsi ransum, produksi telur, konversi ransum dan warna kerabang telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pola warna bulu berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum kumulatif (g/ekor) ayam Ketarras umur 29-45 minggu pada P1 (13066,65), P2 (13047,70) dan P3 (13040,70). Konsumsi ransum mingguan (g/ekor/minggu) pada P1 (812,50-821,55) , P2 (809,30-821,35) dan P3 (810,15- 821,45). Produksi telur kumulatif (butir/ekor) pada P1 (76,30), P2 (75,65) dan P3 (73,60). Persentase produksi telur (%) pada P1 (65,00-70,71), P2 (63,75-71,43) dan P3 (60,71- 69,29). Produksi berat telur kumulatif (g/ekor) pada P1 (3302,60), P2 (3266,35) dan P3 (3197,40). Berat telur perbutir (g/butir) pada P1 (41,40-45,94), P2 (40,48-46,19) dan P3(41,71-45,53). Konversi ransum kumulatif pada P1 (3,96), P2 (3,99) dan P3 (4,08). Persentase warna kerabang didominasi warna kerabang putih kecoklatan sebesar 81,53- 86,17%. Disimpulkan bahwa sifat kualitatif pola warna bulu berpengaruh tidak nyata terhadap performa ayam Ketarras umur 29-45 minggu. Ayam Ketarras memiliki warna kerabang telur yang mirip warna kerabang telur ayam Kampung yaitu putih kecoklatan.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 08 Nov 2019 04:35
Last Modified: 08 Nov 2019 04:35
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/20357

Actions (login required)

View Item View Item