FOLKLORE REJUNG PADA KELOMPOK ETNIK SERAWAI DI PROVINSI BENGKULU

Sarwono, Sarwit and Agus, Joko Purwadi (2013) FOLKLORE REJUNG PADA KELOMPOK ETNIK SERAWAI DI PROVINSI BENGKULU. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 26 (3). pp. 182-192. ISSN 2086-7050

[img]
Preview
Text (Journal)
ARTIKEL MASYARAKAT, KEBUDAYAAN DAN PLITIK 2013.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (281kB) | Preview

Abstract

Tulisan ini dimaksudkan membahas folklore rejung pada kelompok etnik Serawai di Bengkulu. Aspek yang dicermati adalah struktur dan makna rejung. Data dikumpulkan melalui studi lapangan dan studi pustaka. Data lapangan dikumpulkan melalui wawancara, perekaman, dan/atau pencatatan dari sejumlah informan serta pengamatan. Studi pustaka dimaksudkan untuk mendapatkan teks-teks rejung dalam rupa manuskrip Ulu. Analisis dilakukan secara tekstual, kontekstual dan intertekstual. Analisis data memperlihatkan hasil bahwa teks rejung memiliki struktur paralel yang menggambarkan dua hal yang beroposisi. Ada bujang dan ada gadis yang tidak berkerabat. Ada penari-perejung yang melantukan bait-bait rejung yang mengandung berbagai topik seputar pergaulan muda-mudi dan ada penonton. Si penari-perejung melantunkan bait-bait rejung sebagai bagian dari pengalamannya di satu pihak dan para penonton menikmati bait -bait itu juga sebagai bagian dari pengalamannya. Dalam proses tari adat, baik pengantin, apit pengantin, para muda-mudi, orang-orang tua dan anak-anak, dimungkinkan turut menai pada kesempatan babak yang disediakan untuk masing-masing kelompok itu. Selanjutnya, rejung dalam tari adat merupakan simpul dua dunia, yang satu adalah dunia berugo, dunia dalam lingkungan keluarga, dunia lajang muda-mudi, dan yang satunya lagi adalah dunia laman libagh, dunia sesudah menikah dan berumah tangga, dunia dalam kehidupan sosial yang lebih luas. Dunia berugo adalah dunia tanpa tanggung jawab sosial karena seorang yang belum menikah masih menjadi tanggung jawab orang tuanya, sementara dunia laman libagh adalah dunia dengan tanggung jawab sosial karena mereka yang sudah menikah memiliki tanggung jawabnya sendiri.

Item Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Education > Journal
Depositing User: Septi Septi
Date Deposited: 20 Feb 2020 11:01
Last Modified: 20 Feb 2020 11:01
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/20703

Actions (login required)

View Item View Item