DESKRIPSI MANAJEMEN PEMELIHARAAN HEWAN POTENSIAL BURUNG MURAI BATU: STUDI KASUS DI KOTA BENGKULU

Brata, Bieng and Heri, Dwi Putranto and Johan, Setianto and Yossie, Yumiati (2019) DESKRIPSI MANAJEMEN PEMELIHARAAN HEWAN POTENSIAL BURUNG MURAI BATU: STUDI KASUS DI KOTA BENGKULU. In: SEMIRATA BKS-PTN WILAYAH BARAT “Inovasi Pertanian Berbasis Sumberdaya Lokal Berorientasi Entrepreneurship”, 27 – 29 Agustus 2019, Jambi.

[img] Text (Proceeding)
PROSIDING SEMINAR BKS FAPERTA UNJA 2019.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Spesies aves masih dianggap sebagai hewan potensial yang sensitif dan sulit untuk dipelihara, misalnya burung Murai Batu (Copsychus malabaricus). Padahal bila pemeliharaan dilakukan secara terstruktur dengan manajemen kegiatan pemeliharaan yang baik, penguasaan teknik pemeliharaan yang tepat termasuk memahami kebiasaan burung tersebut, serta kesediaan sarana dan prasarana yang memadai, maka pendapat di atas dapat dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi manajemen pemeliharaan burung Murai Batu (mb) berupa kegiatan pemeliharaan yang biasa dilakukan oleh pemeliharanya di Kota Bengkulu. Metode yang dipergunakan adalah metode pengamatan lapangan berupa wawancara mempergunakan kuisioner selama bulan Juni – Juli 2019. Responden ditentukan menggunakan metode purposive sampling dan dilanjutkan dengan metode snowball sampling. Data manajemen pemeliharaan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 68 orang pemelihara burung mb terdapat 7 kegiatan pemeliharaan utama yang dilakukan yaitu sunbathing (berjemur), shower (memandikan burung), feeding (pemberian pakan) drinking (pemberian air minum), aerating (mengangin-anginkan burung), cleaning (membersihkan kandang) serta birdcage veil (penutupan sangkar dengan kerudung). Kegiatan pemeliharaan yang paling dominan dilakukan oleh seluruh pemelihara baik di waktu pagi hari (06.0010.00), siang hari (10.00-14.00) ataupun sore hari (14.00-18.00) adalah sunbathing dengan durasi waktu antara 20 – 90 menit. Kegiatan pemeliharaan yang paling jarang dilakukan oleh pemelihara adalah matchmaking (penjodohan) dengan durasi waktu 10 menit. Sedangkan kegiatan pemeliharaan yang paling lama durasi waktunya adalah birdcage veil yang bisa berlangsung hingga 960 menit (16 jam). Dapat disimpulkan, pemelihara burung mb di Kota Bengkulu secara umum memiliki 7 kegiatan pemeliharaan utama dengan kegiatan paling dominan adalah sunbathing dan paling jarang dilakukan adalah matchmaking.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: Septi Septi
Date Deposited: 03 Oct 2020 09:38
Last Modified: 03 Oct 2020 09:38
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/21592

Actions (login required)

View Item View Item