UPAYA WARGA DESA AIR NAPAL DALAM MENGUASAI KEMBALI LAHAN YANG TERLIBAT KONFLIK AGRARIA DENGAN PT BIO NUSANTARA TEKNOLOGI

RUHIYAT, ADE and Heri, Sunaryanto and Sumarto, Widiono (2021) UPAYA WARGA DESA AIR NAPAL DALAM MENGUASAI KEMBALI LAHAN YANG TERLIBAT KONFLIK AGRARIA DENGAN PT BIO NUSANTARA TEKNOLOGI. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Skripsi ADE RUHIYAT.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Upaya warga menguasai kembali lahan yang telibat konflik perkebunan dengan studi kasus warga Desa Air Napal Kecamatan Bang Haji Kabupaten Bengkulu Tengah melawan PT Bio Nusantara Teknologi.Penelitian inibertujuan mengetahui penyebab mengapa konflik terjadi serta mengungkap upaya apa saja yang dilakukan warga Desa Air Napal dalam mendapatkan kembali lahan tersebut. Penyebab konflik lahan antara warga desa air napal dan PT Bio Nusantara Teknologi sudah terjadi sejak tahun 1981 saat pertama kali perusahaan melakukan pembebasan hutan atau kebun warga yang akan dijadikan lahan usaha kebun kelapa sawit. Informan ditentukan melalui teknik Purposive Sampling(sampel bertujuan) dengan memilih informan kunci yang dianggap mengetahui informasi dan masalahsecara mendalam serta dapat dipercaya untuk menjadi sumber data.Informan dalam penelitian ini dibagi menjadi informan inti yakni informan yang terlibat aktif dalam perlawanan dan memiliki keterkaitan lahan yang diserobot PT Bio Nusantara Teknologi dan informan tambahan yakni informan yang memiliki keterkaitan dengan perlawanan yang dilakukan warga.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa interview, observasi dan telaah dokumen yang dapat menggambarkan secara rinci upaya-upaya yang dilakukan warga Desa Air Napal.Teori konflik yang dikemukan oleh Ralf Dahredorf menjadi alat bantu analisis masalah dan telaah data penelitian. Penelitian ini memberikan informasi bahwa ada dua cara yang dilakukan warga sebagai upaya menguasai kembali lahan tersebut, yakni cara terbuka dan tersembunyi. Cara terbuka seperti membentuk organisasi perlawanan Forum Masyarakat Sungai Lemau Bersatu (FMSLB), aksi demontrasi, hearing bersama Pemda dan DPRD, cara ini ditempuh warga dengan harapan banyak pihak terlibat maka konflik segera diakhiri. Cara tersembunyi seperti mendesak stake holder, meminta advokasi, mengirim surat dan meminta perlindungan Komnas HAM juga dilakukan warga setelah cara terbuka tidak membuahkan hasil optimal.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Sociology
Depositing User: 033 Darti Daryanti
Date Deposited: 15 Mar 2021 03:59
Last Modified: 15 Mar 2021 03:59
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/22331

Actions (login required)

View Item View Item