PRAKTIK Ber-KB MASYARAKAT DESA TANAH TINGGI (Studi Kasus Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara)

Nofriyanto, Andres and Sri, Handayani Hanum and Heni, Nopianti (2021) PRAKTIK Ber-KB MASYARAKAT DESA TANAH TINGGI (Studi Kasus Desa Tanah Tinggi, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Skripsi Andres Nofriyanto.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui praktik ber-KB masyarakat Desa Tanah, Tinggi Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara dengan menggunakan teori fungsionalisme struktural. Metode deskriptif kuantitatif digunakan sebagai pendekatan penelitian. Populasi meliputi semua pasangan suami istri dari masyarakat desa penelitian yang terdiri dari pasangan 152 akseptor dan 79 bukan akseptor. Data yang diperoleh diolah dan diuji dengan teknik statistik komparatif : chi square, binomial dan yates corretion, serta statistik asosiatif korelasi product moment. Penelitian menghasilkan informasi bahwa pertama sebagian besar responden (85,7%) merupakan pasangan yang umur suaminya lebih tua daripada istri dimana rata-rata perbedaan itu adalah 5 tahun 8 bulan 23 hari. Akseptor perempuan jumlahnya jauh lebih banyak daripada laki-laki dengan perbandingan 90,79% dengan 9,21%. Metode KB perempuan terfokus pada jenis alat kontrasepsi kimia yaitu suntik, pil, implan. sedangkan metode permanen/melalui operasi tobektomi hanya 9,42%. Tidak ada data perempuan beralat kontrasepsi spiral. Akseptor laki-laki cenderung menggunakan metode kontrasepsi mekanik yaitu kondom (79,59%), sedangkan metode operasi vasektomi hanya 20,41%. Penggunaan jenis alat kontrasepsi tersebut berkaitan dengan pelayanan yang tersedia di pusat kesehatan masyarakat setempat yaitu puskesmas dan bidan desa. Kedua, terdapat kecenderungan pasangan dengan istri berumur dibawah 30 tahun hanya sebagian kecil yang menjadi akseptor, dan pasangan dengan istri berumur 30 tahun keatas yang menjadi akseptor jumlahnya lebih banyak. Dalam hal ini disetiap 4 akseptor perempuan, 1 diantaranya berumur dibawah 30 tahun dan 3 lainnya berumur 30 tahun keatas. Ketiga, akseptor perempuan yang berumur 41 tahun keatas sebagian besar (84,6%) merupakan akseptor KB lestari sedangkan akseptor perempuan dibawah umur 41 tahun sebagian besar (76%) menggunakan kontrasepsi kimia. Keempat, Ditengarai perempuan akseptor KB lestari merupakan ibu-ibu yang telah pernah melahirkan 3 anak atau lebih (75%) dan perempuan akseptor yang memiliki 1-2 anak cenderung menggunakan KB kimia (77,94%). Kelima, tingkat pendidikan akseptor berkorelasi negatif dengan fertilitas semakin tinggi pendidikan bapak maupun ibu maka semakin sedikit jumlah anak yang dilahirkan sebaliknya semakin rendah tingkat pendidikan akseptor cenderung jumlah anak yang dilahirkan semakin banyak. Keenam, tidak terindikasi tingkat pendidikan pasangan akseptor berkaitan dengan pemilihan jenis alat kontrasepsi. Pemakaian jenis-jenis alat kontrasepsi kimia maupun operasi adalah merata pada laki-laki maupun perempuan di semua jenjang pendidikan. Ketujuh, umur pasangan akseptor berkorelasi positif dengan fertilitas yaitu semakin muda umur ayah dan ibu maka jumlah anak yang dilahirkan adalah lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah anak yang lebih banyak yang dimiliki oleh pasangan akseptor yang berumur tua. Kata kunci : Fertilitas, Akseptor, Faktor-Faktor berKB.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Sociology
Depositing User: 033 Darti Daryanti
Date Deposited: 15 Mar 2021 04:07
Last Modified: 15 Mar 2021 04:07
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/22332

Actions (login required)

View Item View Item