POTENSI CARBON DI HUTAN LINDUNG DAN TAMAN NASIONAL DI SUMATRA: TANTANGAN INDC DAN APIK

Susatya, Agus (2016) POTENSI CARBON DI HUTAN LINDUNG DAN TAMAN NASIONAL DI SUMATRA: TANTANGAN INDC DAN APIK. In: Prosiding Seminar Nasional "Penguatan Pengajaran dan Penelitian Perubahan Iklim: Bridging Gap Implementasi Kebijakan Mitigasi dan Adaptasi di Tingkat Nasional Dan Subnasional", 31 Agustus - 1 September 2016, Jakarta.

[img] Text (Prosiding)
1B16. Prosiding APIK 2016.pdf
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (560kB)

Abstract

Indonesia’s Intended Nationally determined Contribution (INDC)merupakan dokumen yang diniatkan pemerintah untuk mencegah kenaikan suhu 2° C. Di dalam skema ini Indonesia utamanya akan mengurangi emisi dengan moratorium penebangan hutan alam dan konversi hutan gambut (LULCF). Taman nasional dan hutan lindung di Sumatera masing-masing seluas 3.868.057 ha dan 26.634.520 ha. Tulisan ini mencoba memberi gambaran perubahan penutupan, cadangan karbon dan kemampuan serap ikat (Sequestration) dari kedua hutan tersebut. Data yang digunakan adalah hasil penelitian penulis, dan berbagai artikel yang terpublikasi. Data memperlihatkan hutan tidak terganggu menyimpan biomasa berkisar antara rata-rata 301 ton/ha, dengan rentang 180 ton/ha sampai dengan 986 ton/ha. Dua kelompok hutan ini diperkirakan menyimpan biomasa masing-masing sebesar 1.165.340.082 ton atau 0.524 giga ton karbon dan 8.024.254.480 atau 3.6 giga ton. Cadangan karbon ini setara dengan 19.52 % total cadangan karbon di hutan gambut, yang sebesar 21 giga ton (WWF. 2010). Laju rata-rata perubahan penutupan hutan primer untuk taman nasional dan hutan lindung masing sebesar 3.72 % dan 4.86 % per 10 tahun (Margono dkk. 2012). Oleh karena itu, diperkirakan bahwa dalam 10 tahun mendatang, kedua hutan tersebut kehilangan cadangan biomassa sebesar 43.359.943 ton dan 390.417.665 ton atau setara berat karbon 19.511.974 ton dan 175. 687.949 ton. Pada saat yang sama, kategori hutan tersebut juga kehilangan kemampuan untuk serap-ikat (sequestered) sebesar masing-masing 354.049 ton dan 3.187.900 ton. Dalam kondisi terjaga, perkiraan kasar yang total karbon yang bisa diserap oleh kedua kelompok hutan 9.515.420 ton/ha/thn dan 65.520.919 ton/thn. Besaran ini menjadikan kedua kelompok hutan di atas menjadi sangat penting terkait dengan INDC, dan menjadi tantangan APIK regional Sumatra untuk melindunginya.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: Septi Septi
Date Deposited: 30 Sep 2021 02:49
Last Modified: 30 Sep 2021 02:49
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/22961

Actions (login required)

View Item View Item