PEMANFAATAN HUTAN SEKUNDER MUDA TALANG TAIS SEBAGAI SUMBER BAHAN OBAT TRADISIONAL

Susatya, Agus (2009) PEMANFAATAN HUTAN SEKUNDER MUDA TALANG TAIS SEBAGAI SUMBER BAHAN OBAT TRADISIONAL. In: SEMINAR NASIONAL TUMBUHAN OBAT INDONESIA XXXVII, 11 - 12 November 2009, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Proceeding)
1B20 SEMNAS TANAMAN OBAT.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Sangat jarang kajian tentang perkembangan komunitas hutan yang berasal dari dari hutan sekunder muda atau ladang yang ditinggalkan. Hutan ini sering tidak dilirik karena dipersepsikan mempunyai fungsi ekonomi dan jasa lingkungan yang tidak signifikan. Artikel ini mencoba melihat sisi lain dari hutan sekunder muda yaitu pemanfaatannya sebagai sumber obat traditional dan. Penelitian dilaksanakan di ladang yang dibiarkan di daerah Talang Tais seluar 0.5 ha dengan melakukan identififikasi semua pohon lebih dari 5 cm dbh. Aspek pemanfaatan tradisionil berdasarkan beberapa buku referensi yang diterbitkan oleh Prosea Bogor Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan sekunder Talang Tais terdiri dari 23 famili, 55 genus, dan 68 jenis. Dari 68 jenis yang dapat dimanfaatkan untuk tumbuhan secara tradisionil sebanyak 24 jenis. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun, kulit dan akar.Tumbuhan yang ada dapat dimanfaatkan untuk mengobati secara tradisionil 18 jenis penyakit. Penggunaan secara tradisional ini masih terbatas untuk menyembuhkan penyakit yang umum mudah terjadi di pedesaan, seperti sakit perut, diare, sakit kepala, cacar air, deman, batuk, disentri, dan sakit kulit. Tiga jenis yaitu Antidesma velutinosum, Glochidion clemerii, dan Archdendron spp dapat dimanfaatkan untuk pengobatan hypertensi, penyakit jantung, dan gejala penyakit ginjal. Sedangkan senyawa sekunder dari Aglaia oligophylla, Croton argyratus, Erythrina variegata, Glochidion clemerii, Ficus Spp, Neonauclea exelsa, Oroxylum indicum, dan Polyalthia rumphii dapat dikembangkan lebih lanjut untuk obat anti kanker. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hutan sekunder sangat berpotensi untuk membangun kemandirian kesehatan di masyarakat terpencil dan sangat berpotensi secara ekonomi dengan mengembangan sebagai sumber bahan untuk obat modern.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: Septi Septi
Date Deposited: 30 Sep 2021 02:50
Last Modified: 30 Sep 2021 02:50
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/22991

Actions (login required)

View Item View Item