INTERAKSI SOSIAL ANAK TUNANETRA DI LINGKUNGAN SEKOLAH (Studi Kasus di Sekolah Luar Biasa Yayasan Amal Mulia)

Pratama Putra, Kcresski Ananda and Permata, Sri Putri and Syamsudin, Cucu (2021) INTERAKSI SOSIAL ANAK TUNANETRA DI LINGKUNGAN SEKOLAH (Studi Kasus di Sekolah Luar Biasa Yayasan Amal Mulia). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
SKRIPSI - KCRESSKI ANANDA PRATAMA PUTRA - D1A014069.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Tunanetra adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam penglihatan dapat diklasifikasi dalam dua golongan, yaitu buta total (blind) dan low vision. Anak tunanetra mengalami keterbatasan melihat, keterbatasan tersebut mempengaruhi cara individu berinteraksi terhadap individu lainnya. Berbeda dengan anak pada umumnya, dalam penelitian ini anak tunanetra menempuh pendidikan khusus di Sekolah Luar Biasa Amal Mulia Kota Bengkulu. Di Sekolah Luar Biasa Amal Mulia Kota Bengkulu anak tunanetra berinteraksi pada anak - anak lain yang memiliki ketunaan yang berbeda. Ketika berinteraksi anak tunanetra mengalami kesulitan dalam hal berkomunikasi karena keterbatasan penglihatan yang dialaminya. Penelitian ini mendeskripsikan tentang interaksi sosial anak tunanetra di lingkungan sekolah Amal Mulia Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari 8 orang yakni kepala sekolah, guru kelas, dan anak tunanetra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunanetra cukup baik dalam berinteraksi dan menerapkan bentuk interaksi baik itu asosiatif maupun disosiatif, serta baik dalam menerapkan nilai�nilai orientasi mobilitas yang terdapat pada layanan pendidikan di sekolah luar biasa Amal Mulia Kota Bengkulu. Hal ini dapat dilihat dari interaksi anak tunanetra dalam kesehariannya seperti melakukan kegiatan kerja sama, akomodasi, asimilasi, mampu meminimalisir hal-hal bersifat disosiatif seperti persaingan,konflik dan kontravensi serta mampu melakukan nilai-nilai orientasi mobilitas yakni secara psikis timbulnya rasa percaya diri didukung oleh fasilitas yang diberikan sekolah, secara fisik mampu mengenali lingkungan dapat berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya, secara sosial masyarakat di lingkungan sekolah dapat menerima keberadaan mereka, secara ekonomi sekolah memberikan pelajaran tentang mengembangkan keterampilan seperti keterampilan tata rias, kerajinan tangan,kriya kayu dan seni musik serta kegiatan kehidupan sehari-hari seperti berbelanja dan gotong royong. Rekomendasi yang ditujukan kepada sekolah luar biasa Amal Mulia menambah jumlah kapasitas tenaga pendidik yang profesional sesuai dengan kualifikasi pendidikan yaitu Pendidik Luar Biasa (PLB) agar proses belajar-mengajar anak tunanetra dapat menjadi lebih efektif di sekolah. Kepada pemerintah melalui instansi terkait seperti Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu untuk menempatkan tenaga pendidik yang dapat meningkatkan mutu belajar , memperhatikan sarana atau prasarana seperti ruang kelas untuk menunjang proses belajar anak tunanetra agar lebih efektif.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Social Welfare
Depositing User: 160 Daryono Daryono
Date Deposited: 21 Nov 2021 16:06
Last Modified: 21 Nov 2021 16:06
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/23117

Actions (login required)

View Item View Item