STEREOTIPE ANTAR ETNIS DALAM KOMUNIKASI BEDA ETNIS (Studi Tentang Peran Komunikasi Antar Budaya Dalam Menyikapi Stereotipe di Kota Lubuk Linggau)

Simbolon, Desi and Alfarabi, Alfarabi and Saragih, Rasianna Br. (2021) STEREOTIPE ANTAR ETNIS DALAM KOMUNIKASI BEDA ETNIS (Studi Tentang Peran Komunikasi Antar Budaya Dalam Menyikapi Stereotipe di Kota Lubuk Linggau). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
SKRIPSI - DESI SIMBOLON -D1E016081.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana stereotipe antar etnis dalam komunikasi beda etnis (Jawa-Batak) di Kota Lubuk Linggau serta untuk mengetahui peran komunikasi antar budaya dalam menyikapi stereotipe yang berkembang di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 4 orang berasal dari etnis Jawa dan 4 orang berasal dari etnis Batak yang melakukan komunikasi antar budaya yang diperoleh menggunakan teknik purpovie sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan stereotipe antar etnis Jawa dan etnis Batak di Kota Lubuk Linggau digambarkan dalam stereotipe negatif dan positif. Stereotipe negatif etnis Jawa adalah norak, pemalu, sederhana, terlalu basa basi dalam berkomunikasi, rumit dan masih percaya mitos. Kemudian stereotipe positifnya adalah etnis Jawa distereotipekan sebagai orang yang ramah, sopan, murah senyum, lemah lembut, penyabar dan pintar memasak. Sementara stereotipe negatif yang berkembang mengenai etnis Batak adalah orang yang keras, kasar, egois, tidak mau mengalah dan pendendam. Kemudian stereotipe positifnya adalah etnis Batak di stereotipekan sebagai orang yang mudah bergaul, pemberani, apa adanya, setia, terbuka, suka berterus terang, kuat dan pekerja keras. Dalam hal ini peran komunikasi antar budaya dalam menyikapi stereotipe yang berkembang adalah untuk mencari kesepahaman dan rasa saling pengertian antara orang-orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda, kemudian mengurangi ketidakpastian diantara pelaku komunikasi yang berbeda kebudayaan, dimana pelaku komunikasi (Jawa-Batak) dituntut untuk menjadi manusia berbudaya yaitu manusia yang memahami budaya orang lain, sehingga timbul keterbukaan dan rasa saling menghormati satu sama lain. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki persepsi akan stereotipe yang selama ini keliru dan telah menjadi stigma dimasyarakat

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Communication
Depositing User: 160 Daryono Daryono
Date Deposited: 22 Nov 2021 14:09
Last Modified: 22 Nov 2021 14:09
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/23137

Actions (login required)

View Item View Item