KAJIAN HISTOLOGI PERKEMBANGAN AREA DEPOSISI RESIN GAHARU AKIBAT INFEKSI CENDAWAN Fusarium sp. PADA JARINGAN BATANG Aquilaria malaccensis (Lamk)

Marantika p , Hengki and Mucharromah, Mucharromah and Misnawaty, Misnawaty (2009) KAJIAN HISTOLOGI PERKEMBANGAN AREA DEPOSISI RESIN GAHARU AKIBAT INFEKSI CENDAWAN Fusarium sp. PADA JARINGAN BATANG Aquilaria malaccensis (Lamk). Undergraduated thesis, Fakultas Pertanian UNIB.

[img] Text
pdf hengki FE-2.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (15MB)

Abstract

Pembentukan gubal gaharu dengan pengeboran dan inokulasi cendawan telah banyak dilaporkan berhasil. Pengeboran lubang inokulasi mengakibatkan jaringan tanaman terluka yang mempermudah cendawan dalam menginfeksi. Selain itu, dari beberapa genus cendawan yang telah diidentifikasi, setelah melalui proses pemurnian, uji dominasi dan uji virulensi di simpulkan bahwa Fusarium sp. diduga kuat berperan sebagai penyebab akumulasi resin gaharu. Sedang pada sisi lain perlakuan pelukaan batang Aquilaria malaccensis Lamk tanpa inokulasi cendawan akibat pengeboran juga mengalami perubahan warna dari warna putih menjadi warna coklat, akan tetapi perubahan yang terjadi lebih kecil dibanding perlakuan dengan inokulasi. Penelitian ini bertujuan mempelajari histologi perkembangan awal area deposisi resin secara makroskopis dan mikroskopis, akibat pelukaan dan inokulasi dengan isolat cendawan Fusarium sp. pada jaringan batang tanaman A. malaccensis (Lamk). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bentiring Permai kec. Muara Bangkahulu, kota Bengkulu. Pada bulan September sampai November 2008. Rancangan yang digunakan, yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima ulangan dan satu perlakuan yaitu inokulasi dengan atau tanpa isolat cendawan Fusarium sp. Teknik yang digunakan yaitu pelukaan dengan pengeboran pada interval 5 cm horizontal dan 10 cm vertikal berbentuk spiral dengan kemiringan ± 25° dengan penyuntikkan suspensi 8 X 10 6 sel/ml konidia pada lubang inokulasi lalu ditutupi dengan busa karet. Pengamatan dilakukan per tiga hari dimulai pada hari ke-0, yaitu segera setelah inokulasi sampai dengan satu bulan atau hari ke-30 setelah inokulasi secara makroskopis dan mikroskopis pada area yang berubah warna sekitar lubang inokulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelukaan saja atau pelukan dan inokulasi Fusarium sp menyebabkan perubahan warna jaringan sekitar lubang inokulasi dengan panjang dan lebar serta aroma bervariasi tetapi cenderung lebih besar pada perlakuan inokulasi cendawan. Pada pengamatan mikroskopis jaringan dengan perbesaran 20 X10 yang berubah warna menunjukan bahwa perubahan warna terjadi karena sel-sel tertentu yang terletak diantara serat kayu pada jaringan sekitar lubang inokulasi mengalami penggembungan dan menjadi berisi resin yang berwarna coklat terang hingga gelap, tergantung jumlah resin yang diakumulasinya. Panjang sel yang berubah warna berkisar antara 0.051 - 0.5763 mm Penelitian perlu dilanjutkan dengan pengamatan lebih detil menggunakan mikroskop elektron dan analisis molekuler pada fenomena awal deposisi resin gaharu selama 3 hari setelah inokulasi.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 012 Adek Adek
Date Deposited: 29 Nov 2013 01:08
Last Modified: 29 Nov 2013 01:08
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/2319

Actions (login required)

View Item View Item