FENOMENA KAWIN BAWAH TANGAN (Di Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko)

Supriyani, and Hanum, Sri Handayani and Nopianti, Heni (2021) FENOMENA KAWIN BAWAH TANGAN (Di Desa Tunggang Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text
SKRIPSI SUPRIYANI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Perempuan kawin bawah tangan di Desa Tunggang menikah lebih dari satu kali dan pernah bercerai (cerai hidup maupun cerai mati) kemudian menikah lagi dan melakukan kawin bawah tangan. Fokus kajian kawin bawah tangan diarahkan pada: a. Fenomena perempuan melakukan kawin bawah tangan, b. Alasan perempuan melakukan kawin bawah tangan. Perkawinan bawah tangan di Desa Tunggang terdapat 2 tipe yaitu perkawinan terencana dan tidak terencana. Perkawinan terencana merupakan perempuan yang hendak kawin sebelum melaksanakan perkawinan adanya rembuk(mufakat) dengan keluarga maupun dengan kepala dusun mengenai penentuan hari dilaksanakan perkawinan. Perkawinan tidak terencana merupakan tidak ada perundingan (musyawarah) antara keluarga atau dengan kepala dusun terlebih dahulu dalam penentuan dilaksanakan perkawinan. Dalam proses perjodohan kawin bawah tangan di Desa Tunggang kerap melalui proses arranged marriage yang merupakan perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtua. Selanjutnya melalui proses voluntry marriage, yaitu perempuan yang hendak kawin dengan mencari sendiri jodohnya dan orang tua hanya tinggal merestui saja. Perempuan di Desa Tunggang melakukan kawin bawah tangan karena adanya keinginan untuk memiliki pendamping lagi agar dapat mengatasi rasa kesepian. Alasan praktek kawin di bawah tangan antara lain proseduralnya tidak berbelit baik pada biaya maupun pada prosesnya tidak perlu disiarkan dan faktor lingkungan pada adat di masyarakat yang menganggap sah menurut adat dan agama serta adanya toleransi dalam masyarakat. Penyebab terjadinya kawin bawah tangan di Desa Tunggang adalah a) tingkat pendidikan pelaku kawin bawah tangan baik istri maupun suami didominasi oleh tingkat pendidikan setara Sekolah Dasar, b) jenis pekerjaan pelaku kawin bawah tangan baik istri maupun suami tidak pada sektor formal c) belum adanya sosialisasi dari pemerintahan maupun Kantor Urusan Agama (KUA) mengenai dampak kawin bawah tangan.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Sociology
Depositing User: 160 Daryono Daryono
Date Deposited: 06 Dec 2021 14:31
Last Modified: 06 Dec 2021 14:31
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/23229

Actions (login required)

View Item View Item