PERGESERAN TRADISI MAINANGAN (STUDI KASUS DESA GEDUNG SAKO KECAMATAN KAUR SELATAN KABUPATEN KAUR)

Sundari, Titin and Suminar, Panji and Widiyarti, Diyas (2021) PERGESERAN TRADISI MAINANGAN (STUDI KASUS DESA GEDUNG SAKO KECAMATAN KAUR SELATAN KABUPATEN KAUR). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text
SKRIPSI TITIN SUNDARI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (18MB)

Abstract

Tradisi Mainangan merupakan tradisi berupa tari-tarian dengan disertai berbalas pantun serta diiringi irama musik terdiri dari gendang, kerincing, dan piano listrik yang dilakukan pada malam pernikahan. Tradisi Mainangan dilakukan pada malam hari, dimana personil Mainangan harus menggunakan pakaian kemeja putih serta jas hitam, peci (kopiah) hitam, dan kain sarung. Kegiatan ini dilakukannya proses lamaran, hantaran, dan mufakat adik sanak, nge‟empah kaum ibu-ibu, akad nikah, dan belaak. Tradisi Mainangan juga sebagai wadah bertemu, berinteraksi, dan wadah silaturahmi pada hari upacara pernikahan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan a) tradisi Mainangan, b) pergeseran tradisi Mainangan, c) faktor penyebab pergeseran tradisi Mainangan di Desa Gedung Sako Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan ditentukan secara purposive sampling meliputi ketua grup Mainangan bakti remaja, anggota grup Mainangan bakti remaja, kepala desa, masyarakat Desa Gedung Sako serta ketua karang taruna Desa Gedung Sako. Data dikumpulkan melalui penerapan teknik wawancara semi-struktur, observasi non-partisipan dan dokumentasi. Data direduksi dalam kelompok sejenis maupun dicatat variasinya dan kemudian diverifikasi untuk mendapatkan keabsahan data dan mencukupi kebutuhan jawaban masalah penelitian. Kesimpulan sebagai hasil akhir penelitian disusun setelah semua data selesai ditelaah dengan analisis teori struktural fungsional William F. Obgrun. Namun pada tahun 2010 sampai dengan sekarang ini tradisi Mainangan sudah sangat jarang ditampilkan pada saat pesta pernikahan di Desa Gedung Sako Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, sehingga membuat tradisi Mainangan ini mengalami pergeseran. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa pergeseran pada tradisi Mainangan antara lain: a) perubahan waktu pelaksanaan, b) perubahan kostum pada tradisi Mainangan, c) perubahan penari, d) perubahan alat musik yang digunakan pada tradisi Mainangan, e) perubahan nilai dan norma yang terkandung dalam tradisi Mainangan seperti melemahnya norma sopan santun para pemuda. Faktor yang melatarbelakangi pergeseran pada tradisi Mainangan antara lain: kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan kebudayaan lokal, adaptasi penggunaan smartphone di lingkungan masyarakat, pengaruh adanya organ tunggal di kalangan masyarakat, dan penemuan teknologi.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Sociology
Depositing User: 160 Daryono Daryono
Date Deposited: 06 Dec 2021 14:31
Last Modified: 06 Dec 2021 14:31
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/23233

Actions (login required)

View Item View Item