PERUBAHAN TRADISI BAJAPUIK DALAM UPACARA PERKAWINAN (Studi Kasus Pada Masyarakat Pariaman di Desa Cubadak Mentawai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Provinsi Sumatra Barat)

Ramanda, Yola and Suminar, Panji and Nopianti, Heni (2021) PERUBAHAN TRADISI BAJAPUIK DALAM UPACARA PERKAWINAN (Studi Kasus Pada Masyarakat Pariaman di Desa Cubadak Mentawai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Provinsi Sumatra Barat). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text
SKRIPSI YOLA RAMANDA OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Bajapuik adalah upacara perkawinan berbentuk pemberian material yang dilakukan oleh pihak keluarga perempuan kepada pihak keluarga laki-laki dengan memberi uang jemputan sebagai syarat berlangsungnya perkawinan. Tradisi bajapuik hanya ada dan dipakai dalam acara perkawinan masyarakat Pariaman dari dulu sampai sekarang. Namun seiring dengan perkembangan zaman tradisi bajapuik sebagai warisan budaya masyarakat Minang mengalami perubahan. Perubahan pada tradisi bajapuik dimulai saat memasuki abad ke-20. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tradisi bajapuik, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Focus kajian diarahkan pada hal-hal apa yang mengalami perubahan dalam pelaksanaan tradisi bajapuik tersebut. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling yang meliputi pasangan yang melakukan tradisi bajapuik, pemuka masyarakat, tokoh adat, mamak, dan kapalomudo. Dengan memilih subyek yang dapat dipercaya dan memberikan informasi yang dibutuhkan. Data dikumpulkan melalui penerapan teknik observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dandokumentasi. Data yang diperoleh direduksi dalam kelompok jawaban sejenis maupun dicatat variasinya dan kemudian diverifikasi untuk mendapatkan kesahihan data dan mencukupi kebutuhan jawaban atas masalah penelitian. Kesimpulan sebagai proses akhir penelitian disusun setelah semua data selesai ditelaah dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik. Penelitian menghasilkan informasi bahwa terjadi perubahan dalam upacara tradisi bajapuik di daerah Pariaman. Perubahan yang terjadi pada tradisi bajapuik meliputi perubahan dalam dimensi struktural, yaitu perubahan tata cara pelaksanaan perkawinan dan perubahan peran mamakterhadap kemenakannya. Perubahan dimensi kultural, yaitu perubahan pada acara adat Manjapuik Marapulai, Malam Bainai, Manjalang Mintuo dan perubahan dalam penentuan uang japuik. Perubahan dimensi interaksional, yaitu perubahan pola hubungan antara mamak kepada kemenakannya dan mamak kepada pemuda desa. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut, yaitu (1) interaksi antar budaya, (2) aspek mobilitas bidang ekonomi dan pendidikan, dan (3) munculnya kultur baru.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Sociology
Depositing User: 160 Daryono Daryono
Date Deposited: 06 Dec 2021 14:31
Last Modified: 06 Dec 2021 14:31
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/23235

Actions (login required)

View Item View Item