KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DALAM TEKS BERITA DI KORAN HARIAN RAKYAT BENGKULU EDISI NOVEMBER- DESEMBER 2019 (Analisis Wacana Kritis Model Sarah Mills)

Lingga, Grasia Renata and Alfarabi, Alfarabi and Adhrianti, Lisa (2021) KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DALAM TEKS BERITA DI KORAN HARIAN RAKYAT BENGKULU EDISI NOVEMBER- DESEMBER 2019 (Analisis Wacana Kritis Model Sarah Mills). Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
TESIS GRASIA RENATA LINGGA.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan terus menjadi sorotan publik. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kasus kekerasan seksual teradap perempuan terus meningkat. Kasus-kasus yang ditemukan di tingkat akar rumput (grass root) menunjukkan bahwa proses penanganan kasus kekerasan seksual mengalami kesulitan dalam pembuktian dan proses hukum. Selain itu, secara sosio-kultural kekerasan seksual masih dianggap tabu di masyarakat, sehingga dianggap tidak sewajarnya untuk menjadi konsumsi publik. Selain itu kekerasan seksual masih dianggap sebagai aib. Namun demikian, kasus kekerasan seksual tidak luput dari pemberitaan media masa. Khususnya koran Harian Rakyat Bengkulu. Penelitian ini menggunakan Analisis Wacana Kritis Model Sarah Mills, untuk melihat posisi Subjek- Objek, posisi Penulis- Pembaca, dan keberpihakan media terhadap organisasi, komunitas, orang dan gender tertentu (laki-laki dan perempuan). Pada lima berita mengenai kekerasan seksual terhadap perempuan yang terbit di rentang waktu November- Desember 2019, penulis menemukan bahwa penempatan posisi subjek (pencerita) terhadap perempuan korban kekerasan seksual, memberikan ruang kepada perempuan untuk bersuara dan menyampaikan peristiwa kekerasan seksual yang dialaminya. Suara tersebut menjadi gagasan yang dikonfirmasi kebenarannya oleh aparat penegak hukum. Gagasan korban disampaikan secara langsung tanpa perantara. Sebaliknya, saat ditempatkan pada posisi objek (yang diceritakan), perempuan korban kekerasan seksual tidak dimunculkan dalam teks berita, baik kehadirannya maupun gagasannya. Peristiwa kasus kekerasan seksual justru diwakilkan oleh pelaku kekerasan seksual, sehingga yang muncul pada teks adalah gagasan pelaku yang bersifat seksis, berdalih bahkan terdapa tuduhan terhadap korban kekerasan seksual, sebagai orang yang juga terlibat dalam proses terjadinya peristiwa kekerasan seksual. Ke lima berita mengenai kekerasan seksual terhadap perempuan didominasi oleh suara pelaku dan pejabat negara, yaitu laki-laki, sehingga baik pembaca maupun media mengidentifikasi diri sebagai orang yang berpihak kepada suara mayoritas, yaitu laki-laki.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Postgraduate Program > Magister Ilmu Admiinistrasi
Depositing User: 160 Daryono Daryono
Date Deposited: 08 Dec 2021 00:50
Last Modified: 08 Dec 2021 00:50
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/23449

Actions (login required)

View Item View Item