IDENTIFIKASI INDIKATOR KEMANDIRIAN KELUARGA DI PEDESAAN PESISIR DALAM PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK

Hanum, Sri Handayani and Nurhayati, Darubekti (2020) IDENTIFIKASI INDIKATOR KEMANDIRIAN KELUARGA DI PEDESAAN PESISIR DALAM PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK. In: SNPPM-2 (Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Tahun 2020, 21 Oktober 2020, Universitas Muhammadiyah Metro.

[img] Text (SNPPM-2 (Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Tahun 2020)
2020-KIA (Prosiding) OK.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator keberhasilan pembangunan kesehatan sekaligus menggambarkan kondisi lingkungan. Sampai tahun 2018 Provinsi Bengkulu masih termasuk wilayah dengan AKI dan AKB tinggi dengan mencatat sebanyak 39 kematian ibu, ekuivalen 111/100.000 kelahiran hidup dan 249 kematian bayi dari 35.131 kelahiran, ekuivalen 7/1.000 kelahiran hidup. Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia termasuk Propinsi Bengkulu. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan kemandirian keluarga dalam memelihara kesehatan ibu dan anak. Penelitian bertujuan mengidentifikasi indikator peningkatan kemandirian keluarga di bidang kesehatan ibu dan anak pada komunitas pedesaan pesisir di Desa Kungkai Baru, kecamatan Air Periukan, kabupaten Seluma, propinsi Bengkulu. Data diperoleh melalui penerapan teknik Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam pada keluarga balita, observasi partisipatif pada pelaksanaan posyandu, observasi nonpartisipatif pada pelayanan KIA di Puskesmas terdekat, dan pendalaman catatan Kader Kesehatan Desa. Penelitian menghasilkan informasi bahwa secara umum kondisi kesehatan ibu dan anak cukup baik, namun tingkat kemandirian keluarga masih dalam level Keluarga Mandiri Tingkat Dua (KM – II), dengan rincian: a. Menerima petugas Perawatan Kesehatan Masyarakat. b. Menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan. c. Tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar. d. Melakukan perawatan sederhana sesuai yang dianjurkan.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Social Welfare
Depositing User: Septi Septi
Date Deposited: 04 Jan 2022 05:12
Last Modified: 04 Jan 2022 05:12
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/23729

Actions (login required)

View Item View Item