ADOPSI PETANI TERHADAP TEKNOLOGI JAJAR LEGOWO PADI SAWAH DI KELURAHAN RIMBO KEDUI KECAMATAN SELUMA SELATAN KABUPATEN SELUMA

Herlina, Yeni and Chozin, Mohammad and Romeida, Atra ADOPSI PETANI TERHADAP TEKNOLOGI JAJAR LEGOWO PADI SAWAH DI KELURAHAN RIMBO KEDUI KECAMATAN SELUMA SELATAN KABUPATEN SELUMA. NATURALIS – Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

[img] Text
LAMPIRAN IIIB.1.C.5.5. LENGKAP.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Program GP-PTT sebagai kelanjutan dari Program SL-PTT yang menerapkan teknologi jajar legowo merupakan suatu upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan produktifitas lahan persawahan yang ada melalui pemberdayaan petani. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan teknologi jajar legowo dalam program tersebut maka perlu dievaluasi tingkat penerapan komponen-komponennya yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor–faktor sosial ekonomi (umur, pendidikan, luas lahan, status kepemilikan lahan, jumlah anggota keluarga, pengalaman usahatani, pendapatan) dan persepsi petani terhadap teknologi jajar legowo padi sawah di Kelurahan Rimbo Kedui kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja yaitu petani padi sawah yang telah mengikuti kegiatan program SL-PTT dan GP-PTT yang menerapkan teknologi jajar legowo. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari hasil survei di lapangan. Metode penentuan sampel menggunakan teori yang dikemukakan oleh Arikunto Suharsimi untuk jumlah populasi diatas 100 maka diperoleh sampel sebanyak 40 orang petani. Penentuan faktor-faktor yang memetakan tingkat adopsi dilakukan dengan analisis regresi logistik dengan transformasi logit. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan bahwa sebanyak 98,82% petani mempunyai persepsi baik terhadap sifat inovasi teknologi jajar legowo dan 62,5% petani menerapkan sesuai anjuran sedangkan 37,5% petani menerapkan tidak sesuai anjuran. Hasil analisis logistik menunjukkan bahwa pendidikan dan pendapatan usahatani merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat adopsi teknologi jajar legowo oleh petani.

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Depositing User: Miss Goklasni Manullang
Date Deposited: 17 Jan 2022 04:12
Last Modified: 17 Jan 2022 04:12
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/23884

Actions (login required)

View Item View Item