Pengaruh Dosis Pupuk Nitrogen dan Tingkat Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jahe Gajah Panen Muda

Simanjuntak, Sintong H. and Prasetyo, Prasetyo and Bambang , Gonggo M (2007) Pengaruh Dosis Pupuk Nitrogen dan Tingkat Naungan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jahe Gajah Panen Muda. Undergraduated thesis, Fakultas Pertanian UNIB.

[img] Text
I,II,III-SIN-FP.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (182kB)
[img] Text
IV,V-SIN-FP.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (144kB)

Abstract

Jahe ( Zingiber officinale Rosc ) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Jahe banyak digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit dan kembang gula. Selain itu jahe dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, asinan jahe, acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Pemanenan rimpang jahe dilakukan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Untuk tujuan penyediaan bibit, pemanenan jahe dilaksanakan bila tanaman telah berumur sembilan bulan atau lebih. Sedangkan untuk keperluan jahe segar seperti pembuatan manisan, bumbu dapur, acar atau lalap pemanenan dapat dilakukan pada saat rimpang jahe masih muda berusia 3 – 4 bulan (Kamti, 1994 dalam Desianti, 2003). Hal ini disebabkan karena jahe awetan merupakan salah satu produk terbesar yang diperdagangkan secara internasional maka produksi jahe yang dipanen muda sangat prospektif untuk dilakukan (Koswara, 1995). Tujuan penelitian ialah untuk Mempelajari pola pertumbuhan tanaman jahe gajah di bawah intensitas naungan, Mendapatkan pengaruh dosis pupuk N dan tingkat naungan yang memberikan pertumbuhan dan hasil jahe gajah panen muda tertinggi Penelitian ini dilakukan di desa Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu dengan ketinggian tempat 10 m di atas permukaan laut, selama 5 bulan dari bulan April sampai dengan September 2005. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara Split Plot (Rancangan Petak Terbagi). Faktor pertama intensitas naungan ditempatkan sebagai petak utama (main plot) yang terdiri atas empat taraf yaitu : Tanpa Naungan (i ), Naungan 25% (i ), Naungan 50% (i ), Naungan 75% (i 2 3 o 1 ). Sedangkan sebagai anak petak (sub plot) yaituJahe ( Zingiber officinale Rosc ) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Jahe banyak digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit dan kembang gula. Selain itu jahe dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, asinan jahe, acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Pemanenan rimpang jahe dilakukan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Untuk tujuan penyediaan bibit, pemanenan jahe dilaksanakan bila tanaman telah berumur sembilan bulan atau lebih. Sedangkan untuk keperluan jahe segar seperti pembuatan manisan, bumbu dapur, acar atau lalap pemanenan dapat dilakukan pada saat rimpang jahe masih muda berusia 3 – 4 bulan (Kamti, 1994 dalam Desianti, 2003). Hal ini disebabkan karena jahe awetan merupakan salah satu produk terbesar yang diperdagangkan secara internasional maka produksi jahe yang dipanen muda sangat prospektif untuk dilakukan (Koswara, 1995). Tujuan penelitian ialah untuk Mempelajari pola pertumbuhan tanaman jahe gajah di bawah intensitas naungan, Mendapatkan pengaruh dosis pupuk N dan tingkat naungan yang memberikan pertumbuhan dan hasil jahe gajah panen muda tertinggi Penelitian ini dilakukan di desa Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu dengan ketinggian tempat 10 m di atas permukaan laut, selama 5 bulan dari bulan April sampai dengan September 2005. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara Split Plot (Rancangan Petak Terbagi). Faktor pertama intensitas naungan ditempatkan sebagai petak utama (main plot) yang terdiri atas empat taraf yaitu : Tanpa Naungan (i ), Naungan 25% (i ), Naungan 50% (i ), Naungan 75% (i 2 3 o 1 ). Sedangkan sebagai anak petak (sub plot) yaitu dosis pupuk N yang terdiri atas empat taraf yaitu : Tanpa N (n ), Dosis 100 kg/ha (0,45 g/polibag) (n 1 ), Dosis 200 kg/ha (0,909 g/polibag) (n 2 o ), Dosis 300 kg/ha (1,36 g/polibag) (n ) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan tanaman jahe gajah dengan 3 pemberian dosis pupuk N dan naungan terus meningkat dari 3 minggu setelah tanam sampai berumur 19 minggu setelah tanam. Terjadi interaksi antara dosis pupuk N dan naungan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun secara linier dan berat kering bagian atas tanaman secara kuadratik pada naungan 75% pada dosis optimum 170.875Kg/ha sebesar 37.041 g. Perlakuan intensitas naungan secara mandiri menunjukkan pengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah bagian atas tanaman, berat keing bagian atas tanaman, berat basah rimpang, berat kering rimpang. Untuk variabel kehijauan daun dan luas daun intensitas naungan tidak memberikan pengaruh yang nyata. Sedangkan pemberian dosis pupuk N memberikan hasil yang berpengaruh tidak nyata untuk semua variabel pertumbuhan dan hasil yang diamati. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil jahe gajah optimum dengan kombinasi dosis N dan tingkat naungan yang berbeda, karena hasil penelitian belum menunjukkan adanya pengaruh yang nyata untuk dosis pupuk N.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agronomy
Depositing User: 013 Rizky Septika Utami
Date Deposited: 07 Dec 2013 14:11
Last Modified: 07 Dec 2013 16:07
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/3833

Actions (login required)

View Item View Item