PENENTUAN TINGKAT PENGGUNAAN MINERAL ORGANIK UNTUK MEMPERBAIKI BIOPROSES RUMEN PADA KAMBING SECARA IN VITRO

Muhtarudin , Muhtarudin and Liman, Liman (2006) PENENTUAN TINGKAT PENGGUNAAN MINERAL ORGANIK UNTUK MEMPERBAIKI BIOPROSES RUMEN PADA KAMBING SECARA IN VITRO. JIPI, 8 (2). pp. 132-140. ISSN 1411-0067

[img]
Preview
Text (Journal)
132JIPI-2006.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (39kB) | Preview
Official URL: http://faperta.unib.ac.id

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat penggunaan mineral makro organik (Ca, Mg organik) serta mikro organik (Zn, Cu, Cr, Se organik) secara in vitro. Penelitian dilakukan 2 tahap, pertama penentuan tingkat penggunaan mineral mikro organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan. Susunan perlakuannya adalah : ransum basal (30% rumput lapang + 70% konsentrat, ransum basal + mineral mikro organik ½ kali dari rekomendasi, ransum basal + mineral mikro organik sesuai dengan rekomendasi, ransum basal + mineral mikro organik 1.5 kali dari rekomendasi, dan ransum basal + mineral mikro organik 2 kali dari rekomendasi. Pada tahapan kedua, penelitian dilakukan untuk menentukan penggunaan mineral makro organik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan ransum yang diuji, yaitu ransum basal (30% hijauan + 70% konsentrat), ransum basal + mineral makro organik ½ kali rekomendasi (Ca-PUFA 1.42 g per BK ransum dan Mg- PUFA 0.41 g per BK ransum), ransum basal + mineral makro organik sesuai rekomendasi (Ca-PUFA 2.80 g per BK ransum dan Mg-PUFA 0.82 g per BK ransum), ransum basal + mineral makro organik 1.5 kali rekomendasi (Ca-PUFA 4.20 g per BK ransum dan Mg-PUFA 1.23 g per BK ransum), dan ransum basal + mineral makro organik 2 kali rekomendasi (CaPUFA5.60 g per BK ransum dan Mg-PUFA 1.64 g per BK ransum). Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah : kadar lemak atsiri (VFA) total, kadar amonia (NH ) cairan rumen, kecernaan zat bahan kering (KCBK) dan bahan organik (KCBO) secara in vitro. Hasil penelitian in vitro didapat: (1) taraf penggunaan mineral makro organik dengan dosis 1 kali rekomendasi NRC (1988) ke dalam ransum perlakuan merupakan taraf terbaik, berdasarkan kecernaan bahan kering dan bahan organik (2) taraf penggunaan mineral mikro organik dengan dosis 1.5 kali dari rekomendasi NRC (1985) ke dalam ransum perlakuan merupakan taraf terbaik, berdasarkan kecernaan bahan organik. 3

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: organic mineral, rumen bioprocess
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Journal
Depositing User: 001 Bambang Gonggo Murcitro
Date Deposited: 23 Apr 2012 23:12
Last Modified: 23 Apr 2012 23:12
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/63

Actions (login required)

View Item View Item