PENATAAN RUANG WILAYAH PESISIR BERBASIS MITIGASI BENCANA SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR DAMPAK RESIKO BENCANA TSUNAMI BAGI MASYARAKAT KOTA BENGKULU

Fauzi , Yulian and Suwarsono, Suwarsono and Rizal, Jose (2014) PENATAAN RUANG WILAYAH PESISIR BERBASIS MITIGASI BENCANA SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR DAMPAK RESIKO BENCANA TSUNAMI BAGI MASYARAKAT KOTA BENGKULU. Project Report. Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Bengkulu, Universitas Bengkulu.

[img]
Preview
Text (Monograph)
B11 LAPORAN PENELITIAN UNGGULAN 2012.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB) | Preview

Abstract

Dalam proses persiapan pembuatan kebijakan lokal terhadap penanggulangan bencana yang diintegrasikan dengan kegiatan pembangunan wilayah pesisir maka perlu dibuat perencanaan tata ruang wilayah pesisir berbasis manajemen bencana. Untuk mengimplementasikan perencanaan tersebut diperlukan model spasial dan model simulasi matematis untuk dijadikan sebagai acuan dalam menyusun zonasi wilayah pesisir yang didukung dengan data-data spasial berupa citra satelit, peta dan data atribut yang diekstrak melalui teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG). Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang model tata ruang wilayah berbasis manajemen bencana di Kota Bengkulu sehingga bila terjadi bencana dapat mengurangi resiko yang ditimbulkan oleh khususnya bagi masyarakat pesisir Kota Bengkulu serta dijadikan sebagai landasan (pedoman) untuk perencanaan pembangunan Kota Bengkulu. Tujuan khusus yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah Menyusun model genangan bencana tsunami di wilayah pesisir Kota Bengkulu yang didasarkan pada model matematis dan model spasial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah integrasi teknik penginderaan jauh dan pemodelan spasial dengan sistem informasi geografis. Interpretasi data penginderaan jauh menggunakan citra google earth dengan perekaman tahun 2009. Citra google earth di unduh dan dimosaic dengan bantuan software Photoshop. Dari data penginderaan jauh di ekstraksi tutupan lahan dan penggunaan lahan yang kemudian di konversi menjadi kekasaran permukaan yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan dalam penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah integrasi teknik penginderaan jauh dan pemodelan spasial dengan sistem informasi geografis. Pemodelan spasial kelas genangan tsunami mengacu pada persamaan penurunan ketinggian air didaratan dihitung dengan menggunakan persamaan McSaveney dan Rattenbury (2000) dalam Berryman (2006) : dimana Laporan Akhir Penelitian Unggulan Universitas Bengkulu Tahun 2012 iv loss H = penurunan ketinggian air permeter dari jarak genangan n = koefisien kekasaran permukaan 0 H = ketinggian air pada garis pantai S = kelerengan Pemodelan daerah tergenang disimulasikan dengan menghitung perambatangenangan tsunami dengan mempertimbangkan kemiringan, koefisien kekasaran permukaan, dan ketinggian gelombang. Parameter kekasaran permukaan dan kemiringan lereng dimasukkan kedalam persamaan (1) di daratan dengan simulasi ketinggian tsunami 5 meter, 15 meter, dan 30 meter. Hasil dari persamaan (1) menghasilkan titiktitik penurunan ketinggian tsunami didaratan. Titik-titik ketinggian yang didapat kemudian diinterpolasi dengan menggunakan interpolasi Kriging untuk mendapatkan zonasi daerah genangan yang mungkin terjadi. Estimasi tsunami berdasarkan variasi ketinggian run-up dapat dilakukan dengan menggunakan pemodelan spasial dengan teknik interpolasi Kriging. Semivariogram interpolasi Kriging yang terbaik berdasarkan data titik-titik ketinggian di lokasi penelitian adalah Semivariogram Circular yang ditandai dengan rentang nilai varians yang kecil. Hasil pemodelan menunjukkan pengaruh hambatan faktor kekasaran permukaan lahan terhadap genangan tsunami yang sampai kedaratan. Kekasaran permukaan yang mempunyai nilai koefisien tinggi mampu menghadang genangan tsunami, sebaliknya kekasaran permukaan yang mempunyai nilai koefisien kecil memiliki faktor hambatan kecil juga terhadap genangan tsunami yang masuk kedaratan. Hasil pemodelan tingkat resiko bencana tsunami pada Kelurahan Malabero, Sumur Meleleh dan Berkas diketahui bahwa Kelurahan Berkas merupakan kelurahan yang memiliki tingkat resiko tinggi terhadap bencana tsunami dari berbagai skenario run-up. Luas wilayah genangan yang bisa terjadi di kelurahan ini pada skenario run-up 30 meter hampir separuh dari wilayah akan tergenang tsunami yaitu seluas 11,22 (Ha) atau 41.24% dari luas wilayah Kelurahan Berkas.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Math & Natural Science > Department of Math Science
Depositing User: 021 Nanik Rahmawati
Date Deposited: 08 Apr 2014 09:03
Last Modified: 08 Apr 2014 09:03
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/7324

Actions (login required)

View Item View Item