Aplikasi SIG untuk Permodelan Spasial Disain Tata Guna Lahan DAS Lemau Nerdasarkan Tingkat Kekritisan Daerah Resapan

Hindarto, Kanang S. and M., Fajrin Hidayat and Efratenta, K. Depari (2013) Aplikasi SIG untuk Permodelan Spasial Disain Tata Guna Lahan DAS Lemau Nerdasarkan Tingkat Kekritisan Daerah Resapan. Project Report. Lembaga Penelitian UNIB, Bengkulu. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Aplikasi SIG untuk Permodelan Spasial Disain Tata Guna Lahan DAS Lemau Nerdasarkan Tingkat Kekritisan Daerah Resapan.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (5MB) | Preview

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendisain upaya perbaikan fungsi ekohidrologi di wilayah DAS Lemau, sehingga pola yang ingin didisain adalah model tata guna lahan yang akan dibangun didasarkan pada pemodelan spasial tingkat kekritisan daerah resapan. Dengan adanya model tata guna lahan tersebut diharapkan dapat memperbaiki fungsi ekohidrologi DAS Lemau dan memberikan masukan kepada pemerintah untuk perencanaan wilayah di DAS Lemau Penelitian pada tahun pertama ditujukan untuk menganalisis tingkat kekritisan daerah resapan berdasarkan pada aspek-aspek infiltrasi secara alami (kemiringan lahan, tanah, dan curah hujan) dan aspek yang mudah berubah yaitu tutupan lahan. Data-data yang diperoleh diolah melalui pemodelan spasial tingkat kekritisan daerah resapan. Selanjutnya dengan aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG) data diolah untuk menjustifikasi tinggi rendahnya tingkat kekritisan DAS sebagai daerah resapan (catchment area). Berdasarkan pada kelas kelerengan lahannya, sebagian besar wilayah DAS Lemau reliefnya datar (kelerengan 0-8%) yaitu seluas 24.566,6 Ha (47,7%) dengan tutupan lahan DAS Lemau dominan berupa pertanian lahan kering bercampur semak, serta memiliki curah hujan yang tinggi (3.197 mm/th). Berdasarkan hasil analisis terhadap komponen-komponen data spasial: kemiringan lahan, faktor tanah dan curah hujan, maka gambaran potensi infiltrasi alami di DAS Lemau sebagian besar berada pada kategori sedang (66,2 %). Kesimpulan yang didapat adalah bahwa DAS Lemau memiliki kondisi daerah resapan yang sebagian besar tergolong mulai kritis (53,5 %).

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 001 Bambang Gonggo Murcitro
Date Deposited: 08 Apr 2014 11:24
Last Modified: 08 Apr 2014 11:24
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/7353

Actions (login required)

View Item View Item